PRT Ini Meninggal Bukan Karena Dibunuh, Tapi Karena Stroke
ilustrasi
Nasional

PRT Ini Meninggal Bukan Karena Dibunuh, Tapi Karena Stroke

Selasa, 3 Apr 2018 | 10:09 | Rusmanto

WinNetNews.com - Pembantu rumah tangga (PRT) di Pekanbaru meninggal dunia dengan adanya luka kecil yang awalnya diduga merupakan korban pembunuhan. Berdasarkan hasil autopsi, PRT itu ternyata meninggal karena stroke.

PRT Suryani alias Ani (45) meninggal dunia di rumah majikannya di Jl Durian Pekanbaru, Senin (2/4/2018). Korban yang yang awalnya ditemukan pingsan dilarikan ke RS Ibnu Sina

Pihak majikan menduga PRT-nya menjadi korban pembunuhan. Ini karena di tubuh Ani ada luka di bagian dagu. Luka kecil yang mengeluarkan darah itu lantas menimbulkan berbagai persepsi.

"Jadi PRT itu dibawa pemilik rumah ke RS Ibnu Sina dan meninggal sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika tim kita sampai di sana (RS Ibnu Sina), pembantu itu sudah meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Arianto.

Karena banyak persepsi dugaan korban kejahatan, akhirnya pihak Polresta Pekanbaru membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Polda Riau. Pihak kepolisian mengautopsi PRT tersebut.

"Untuk memastikan penyebab kematian itu, kita memutuskan untuk dilakukan autopsi," kata Bimo.

Dari hasil keterangan tim medis RS Polda Riau, benar ada luka sepanjang 1,5 cm di dagu korban. Ada luka memar di pipi kanan, punggung, dan tangan.

"Namun tim medis menyebutkan bahwa luka di dagu dan memar itu bukan penyebab kematian. PRT itu meninggal dunia akibat stroke. Jadi bisa jadi saat terserang stroke, dia terjatuh dan mengalami luka di dagu yang mungkin terkena sesuatu benda," jelas Bimo.

Tak hanya itu, tidak ditemukan adanya bekas pukulan benda tumpul di tubuh korban. Itu juga merupakan hasil dari autopsi.

"Hasil autopsi ini memastikan bahwa korban meninggal dunia karena stroke di mana terjadi pecah pembuluh darah, bukan karena dibunuh. Ini kesimpulan dari hasil keterangan tim medis yang melakukan autopsi," tutur Bimo. (detikcom)

TAGS:
pembantu rumah tanggaRS Ibnu SinaBimo Arianto

RELATED STORIES

Loading interface...