Rapat dengan Kepala Daerah Se-Jabodetabek, Bima Arya: PSBB Total DKI Belum Jelas
Foto: detikcom
News

Rapat dengan Kepala Daerah Se-Jabodetabek, Bima Arya: PSBB Total DKI Belum Jelas

Jumat, 11 Sep 2020 | 16:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Wali Kota Bogor, Bima Arya menilai pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Ibu Kota belum jelas. Hal tersebut diutarakannya usai mengikuti rapat membahas bersama sejumlah kepala daerah lain se-Jabodetabek, Kamis (10/9).

"Dari Jakarta sendiri belum jelas. PSBB total seperti apa? Apakah lockdown total, itu yang belum clear. Masih perlu difinalisasi lagi. Jadi setelah konsepnya jelas baru berkoordinasi lagi," kata Bima dikutip dari  CNNIndonesia.com, Kamis (10/9) malam.

Bima menjelaskan, belum ada keputusan apapun yang diambil dari rapat, termasuk apakah daerah penyangga Ibu Kota bakal mengikuti langkah serupa dengan menerapkan PSBB Total.

Meski begitu kepala daerah se-Jabodetabek, jelas Bima, setuju dengan Anies agar terlebih dulu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyempurnakan konsep dan rumusan PSBB Total tersebut.

Rapat tersebut diketahui juga dihadiri  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim tersebut, Bima bilang, Anies rencananya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat pada Sabtu (12/9) besok, sebelum kemudian rapat akan kembali digelar pada Senin (14/9) mendatang.

"Jadi sebetulnya belum ada, langkah-langkah detail dari Pak Gubernur, yang disampaikan ke kita. Jadi pak gubernur sepertinya harus berkoordinasi dulu dengan pemerintah pusat hari Sabtu. Baru kemudian Senin Pak Gubernur, koordinasi lagi dengan kita," ucap Bima.

Namun, Bima mengatakan tegas menolak untuk  Kota Bogor kembali menerapkan PSBB Total seperti DKI. Sebab, menurut dia, langkah itu dinilai tak efektif untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

Bima menyebut pihaknya punya konsep lain untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Bogor. Cara itu yakni, Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) yang kini diterapkan di Kota Bogor.

Ia mengatakan, penolakannya terhadap PSBB Total salah satunya karena faktor anggaran. Bima sendiri pesimis pemerintah pusat memiliki cukup anggaran jika sejumlah daerah, terutama se-Jabodetabek kembali menerapkan PSBB Total.

"Pemerintah pusat siap enggak mengucurkan tambahan bansos? APBD siap enggak? TNI-Polri siap enggak? Kalau enggak siap, enggak usah," kata Bima tegas.

TAGS:
Bima AryaAnies Baswedanpsbb

RELATED STORIES

Loading interface...