Refly Harun: KAMI Sangat Disambut Masyarakat, tapi Satu Demi Satu Dilumpuhkan
Foto: Pikiran Rakyat
Nasional

Refly Harun: KAMI Sangat Disambut Masyarakat, tapi Satu Demi Satu Dilumpuhkan

Senin, 19 Okt 2020 | 12:00 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Pakar hukum tata negara mmenilai penangkapan sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai skenario  yang sengaja dilakukan untuk menjegal langkah  KAMI yang makin kritis.

"Kalau kita lihat penangkapan aktivis KAMI, rasanya memang berat untuk tidak mengatakan bahwa motifnya lebih politik. Tidak tahu apa yang akan dituju dengan penangkapan tersebut," kata Refly Harun dalam video yang diunggahnya di YouTube bertajuk 'UU ITE Untuk Penjahat Dunia Maya, Bukan Aktivis Kritis!', pada Minggu (18/10)

"Salah satu skenarionya mungkin untuk mengadang laju KAMI, dimana organisasi ini sangat disambut masyarakat di berbagai daerah dengan partisipasi sendiri. Bisa dipastikan mereka yang mengambil sikap oposisi terhadap pemerintahan Jokowi banyak yang bergabung dalam KAMI, terlepas dari motifnya apa," sambung Refly.

Ia juga menilai tudugan melanggar UU ITE yang ditujukan kepada para petinggi KAMI diduga merupakan upaya untuk menghentikan pergerakan.

"Bisa jadi pinggir-pinggirnya dilumpuhkan satu demi satu. Alasan UU ITE mengenai misalnya twit. Aduh, banyak sekali twitt-twitt seperti itu bertebaran di internet, di jagat maya ini," jelas Refly.

Menurut Refly, tulisan seperti yang diunggah Syahganda dapat dengan mudah ditemui di media sosial. Bahkan tak hanya masyarakat biasa, menurutnya, tulisan serupa yang diunggah Syahganda dkk juga kerap dilakukan oleh wakil rakyat di parlemen.

"Para anggota DPR sendiri juga mengatakan hal yang sama. Mantan anggota DPR juga mengatakan hal yang sama, kurang lebih yang disampaikan oleh misalnya Anton Permana," terang Refly

TAGS:
Refly HarunKami

RELATED STORIES

Loading interface...