Romahurmuziy : "Sengaja Saya Baru Klarifikasi Apa yang Disampaikan Mahfud MD"

Oky
Oky

Romahurmuziy : "Sengaja Saya Baru Klarifikasi Apa yang Disampaikan Mahfud MD" Sumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - Polemik antara Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD sempat menyeruak setelah pernyataan Mahfud pada program 'Indonesia Lawyers Club' (ILC), Selasa (14/8/2018).

Pada program tersebut, Mahfud menyebutkan nama Romi (panggilan Romahurmuziy) yang telah membuatnya tersinggung.

Menanggapi hal itu, Romi pun beberapa kali melakukan klarifikasi melalui beberapa media, televisi maupun media sosial.

Kali ini, Romi kembali memberikan klarifikasi melalui Twitter miliknya, @MRomahurmuziy, terkait mengapa dirinya tidak langsung memberikan klarifikasi segera setelah Mahfud mengeluarkan pernyataan.

Selain itu, Romi juga menyebutkan istilah 'Jalur Dapur' yang turut dalam skenario calon wakil presiden (cawapres) untuk Joko Widodo (Jokowi).

Berikut kutipan klarifikasi dari Romi yang dirangkum TribunWow.com, Jumat (17/8/2018).

"Sengaja baru sekarang saya klarifikasi apa yang disampaikan @mohmahfudmd di @ILC_tvOnenews 3 malam lalu. Karena saya perlu mendapatkan pernyataan langsung @mohmahfudmd tentang apa yg disampaikan. Agar tidak menambah simpang siurnya informasi yang sudah missleading nggak karuan.

Alhamdulilah semalam, saya dan beliau akhirnya bertemu dan mendapat penjelasan utuh tentang situasi dan latar belakang pernyataannya di ILC. Kali ini saya tentu membatasi hanya pada pernyataan yang terkait diri saya saja, bukan yang lainnya.

Pertama, betul beliau telpon ke saya "sehari sebelumnya" (deklarasi calon wakil presiden Jokowi), namun tidak ada pernyataan bahwa "saya sudah final sebagai cawapres" (kata Mahfud). Semalam disetujui sekaligus sebagai ralat di ILC, saat itu kalimat saya adalah "kemungkinannya 90%". Bahkan saya susuli, "10% lagi akan dikonfirmasi ke beberapa pihak".

Kedua, kami saling memahami bahwa dalam proses nominasi cawapres @jokowi hingga pekan lalu, ada 2 jalur terpisah. Pak @mohmahfudmd dikomunikasi oleh 'jalur dapur' sejak 1 Agustus 2018, sementara 'jalur parpol' hampir tak mengkonfirmasi apapun, kecuali.

Kecualinya adalah, komunikasi jalur parpol hanya oleh saya yang datang 27 Juli datang ke rumah beliau, dan beliau ke @cakimiNOW di Mpu Sindok pada Kamis siang 9 Agustus. Dalam pertemuan tanggal 27 Juli saya hanya menyampaikan 10 nama, tak ada kalimat "lucu2-an" untuk Prof. Din Syamsuddin.

Ketiga, saya memang tidak mengetahui sampai Jumat sore 10 Agustus seusai pertemuan di resto Plataran, bahwa memang ada jalur dapur yang meminta beliau mengukur baju dan menyiapkan dokumen. Itulah mengapa saya menyatakan keberadaan bliau di dekat Plataran "barangkali inisiatif timsesnya".

Keempat, belakangan saya baru tahu memang tim dapur menyiapkan sejumlah skenario, murni berdasarkan survey opini publik dan FGD para opinion leaders selama 6 bulan terakhir.

Terakhir, saya mencoba merekonstruksi kembali fragmen-fragmen yang saling kami ketahui bersama semalam. Dan sepakat untuk mengakhiri polemik ini sebagai kenyataan politik yang kita jalani saat ini. Saya hormati pak @mohmahfudmd diantara sedikit intelektual yang teguh dengan prinsip & berwawasan luas.

Demikian klarifikasi saya soal pernyataan @mohmahfudmd di #ILCAntaraMaharDanPHP. Semoga membantu menjernihkan situasi di tengah maraknya hoax dan hiperbolisme digital yang mengganggu persaudaraan sesama anak negeri. Salam," tulis Romi.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Mahfud MD angkat bicara mengenai pilihan cawapres Jokowi.

Hal tersebut ia sampaikan ketika menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club tvOne yang tayang, pada Selasa (14/8/2018).

Tema yang dibahas adalah "Kejutan Cawapres: Antara Mahar dan PHP."

Mahfud MD mengaku jika dirinya sudah menyerahkan CV, diminta mempersiapkan diri termasuk baju, untuk menjadi cawapres Jokowi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensegnes) Pratikno.

Bahkan, Mahfud MD diminta berada di restoran yang dekat posisi Jokowi dan menunggu pengumuman.

Akan tetapi, Jokowi justru mengumumkan nama Maruf Amin lantaran ada perubahan nama.

Mahfud MD menyatakan tidak sakit hati, lantaran menurutnya, keputusan Jokowi adalah keputusan yang terbaik.

Namun, Mahfud MD mengaku jika dirinya tersinggung dengan pernyataan Romahurmuziy.

"Romy begitu keluar dari ruangan itu, mengatakan loh Pak Mahfud itu kan maunya sendiri, bikin baju sendiri, siapa yang suruh?, saya agak tersinggung itu.

Padahal Romy justru yang sehari sebelumnya mengatakan bahwa saya sudah final. Pak Mahfud siapa yang membuat baju, itu kan kerjaannya tim sukses saja katanya.

Apa betul itu? Nah di situ kemudian klarifikasinya. Saya dipanggil Pak Jokowi ke istana, Pak Jokowi menjelaskan situasinya dihadapkan pada situasi serba sulit, clear Pak Jokowi mengatakan,

'jika sampai kemarin sore itu sudah mengerucut ke satu orang, Pak Mahfud, sudah saya perintahkan, tapi tiba-tiba sore partai-partai datang, mengajukan calonnya sendiri-sendiri, lah saya akan tidak bisa menolak, saya kan bukan ketua partai, sementara ini koalisi harus ditanda tangani,' kata Pak Jokowi," ujar Mafud MD.

Mahfud MD kemudian mengatakan jika apa yang dilakukan oleh Jokowi sudah benar.

"Kalau saya jadi Pak Jokowi, pasti saya sudah melakukan hal yang sama," kata Mahfud MD.

Lebih lanjut, Mahfud MD meminta agar Romy tidak main-main dengan omongannya.

"Padahal dia yang memberi tahu ke saya. Suatu saat, Arsul Sani mengatakan ke saya mas Romy mau ketemu, oke kalau ketemu di mana? kita ketemu," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan jika akhirnya Romy mengunjungi rumahnya pagi-pagi.

"Lalu dia memberitahu, menyebutkan jika 10 nama (cawapres) memang berasal dari Pak Jokowi," ujarnya.

"Jadi Romy sejak awal sudah ke saya," imbuhnya.

Mahfud MD kemudian mengatakan jika sehari sebelumnya, dia bertemu politisi PPP Suharso Monoarfa.

"'Saya (Monoarfa) bersama Romy sudah bertemu Presiden, Romy mengatakan bahwa kalau pasanganya Prabowo itu Salim Segaf, nanti lawannya Pak Mahfud, kalau nanti pasangannya Prabowo itu AHY, sama-sama millenial lawannya Romy', tapi sudah tahu dia kalau pak Jokowi pilih saya," kata Mahfud MD.

"Saya bilang, mas Anda ini kok ngomongnya beda, dengan yang waktu ketemu saya, jangan main-mainlah saya bilang," sambung Mahfud MD.