Rudiantara Pastikan Website Telegram yang Diblokir Akan Dibuka Kembali Secepatnya

Rusmanto
Rusmanto

Rudiantara Pastikan Website Telegram yang Diblokir Akan Dibuka Kembali Secepatnya ilustrasi

WinNetNews.com - Menkominfo Rudiantara memberi sinyal, website Telegram yang sempat diblokir akan kembali dibuka. Hal itu karena CEO Telegram Pavel Durov disebut telah menyepakati prosedur untuk mengetatkan pengamanan agar radikalisme tidak tersebar.

"Secepatnya (dibuka blokiran) kalau misalkan sudah di review. Tadi pagi saya minta cek sekali lagi semuanya secara teknis, kalau sudah siap, ya silahkan minggu depan dibuka lagi, dibuka lagi webnya," kata Rudiantara, di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/8/2017).

Ia mengatakan, dalam pertemuannya dengan Durov, telah disepakati pembuatan prosedur untuk memperketat pengamanan. Salah satu syaratnya, yaitu mengembangkan layanan yang dapat memproses laporan tentang propaganda terorisme.

"Waktu itu di sepakati untuk membuat semacam prosedur, pertama yang dilakukan adalah bagaimana nanti Telegram membuat semacam self sensoring, pakai software, itu kalau ada yang masih lolos, terutama radikalisme terorisme nanti kita komunikasikan ke Telegram, tapi caranya berbeda dengan sebelumnya," imbuhnya.

Nantinya akan ada tim pemantau layanan tersebut yang standby selama 24 jam sehari. Hal itu diperlukan karena aksi terorisme tidak mengenal waktu.

"Kalau ini nanti akan ada orang, namanya siapa nomer teleponnya berapa, kerjanya 24 jam sehari. Karena kan yang namanya radikalisme dan terorisme, pada saat mereka melakukan aksinya mereka tidak menunggu kesiapan pemerintah atau siapapun. Jadi kita juga bekerjanya pola pikirnya prosesnya juga tidak boleh melalui aturan yang berkepanjangan, yang birokrasi yang berbelit belit dan lain sebagainya," ujar Rudi.

Sebelumnya dalam channel resminya di Telegram, Durov menceritakan bagaimana ia terkesan dengan sambutan hangat yang diterimanya selama bertandang ke Ibu Kota.