Sampah-sampah yang Tersisa dari Festival Musik, Salah Siapa?
Foto: Press Association/thesun.ie
Commentary

Sampah-sampah yang Tersisa dari Festival Musik, Salah Siapa?

Kamis, 16 Jan 2020 | 14:30 | Shane Bryan

Winnetnews.com - Pada tahun 2019, banyak sekali bermunculan festival atau konser musik yang menghadirkan band dan penyanyi profesional dari lokal hingga internasional. Mengusung tema - tema yang cocok pada millenials  dan berbeda dari biasanya membuat acara - acara seperti ini semakin menarik dan menjadi incaran para pecinta musik di Indonesia. Banyaknya festival dan konser musik membuat masyarakat berbondong-bondong untuk datang menonton langsung idola - idola mereka.  Sayangnya antusiasme yang tinggi tidak berbanding lurus dengan kesadaran akan lingkungan sekitar sehingga menimbulkan banyaknya sampah yang berserakan dimana - dimana.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh penulis, penulis mendapat kontak salah satu volunteer dari suatu festival musik di Indonesia untuk mengetahui dan menanyakan upaya apa yang sudah mereka lakukan dalam mengurangi sampah yang berserakan pada suatu festival maupun konser musik. 

"Menurut aku sendiri, upaya dari pihak volunteer untuk mengatasi sampah yang berserakan itu tentu yg pertama adalah menyediakan tempat sampah, serta himbauan - himbauan lainnya. Menurut saya sendiri pengaruh terbesar untuk mengurangi sampah di acara festival tentunya adalah pengunjung. Pengunjung mempunyai andil 70% dalam sampah - sampah tersebut. Karena para panitia sudah memberi himbauan dan telah menyediakan tempat sampah agar sampah tidak berserakan,” kata Salshabila.

Di indonesia, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih cukup kecil. Masyarakat atau pengunjung festival masih berpikir bahwa sampah yang mereka buang akan ada petugas yang membersihkan atau berpikir bahwa mereka punya hak untuk membuang sampah sembarangan karena mereka datang dan sudah membayar. Stigma dan pemikiran seperti itulah yg membuat sampah di festival atau konser musik cenderung banyak dan berantakan.

Salshabila juga menyatakan bahwa pihaknya akan memberi sanksi kepada pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Atau sistem pengecekan, dimana setiap keluar pintu sehabis selesai melakukan festival, setiap pengunjung harus membawa sampahnya keluar, jika sampah tersebut tidak ada, maka akan diberlakukan sanksi.

“Tetapi, hal ini mungkin masih belum cukup baik diberlakukan, mengingat masyarakat Indonesia yang masih sulit untuk melakukan hal tersebut. Karena, pengunjung sebagian besar hanya memikirkan senangnya saja, tanpa ingin bertanggung jawab,” ungkapnya.

Kesadaran akan sampah di sekitar kita merupakan langkah awal dari sikap kita akan peduli lingkungan yang harus kita bangun sedini mungkin. Jadi mari kita sebagai rakyat Indonesia yang suka  menonton festival musik dapat juga membuang sampah pada tempat yang semestinya.

 

 

---------------
Shane Bryan adalah mahasiswa London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

TAGS:
festival musiksampah

RELATED STORIES

Loading interface...