Seberapa Besar Pengaruh Konser Putih Bersatu Bagi Elektabilitas Jokowi?

Sofia
Sofia

Seberapa Besar Pengaruh Konser Putih Bersatu Bagi Elektabilitas Jokowi? Joko Widodo berpidato saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Konser itu merupakan kampanye akbar untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Gesuri.id)

Winnetnews.com - Lautan pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi - Ma'ruf Amin, berkumpul memenuhi area Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu siang, 13 April 2019. Massa pendukung calon presiden inkumben tersebut menghadiri Rapat Umum Rakyat Konser Putih Bersatu.

Mengenakan baju dengan warna senada, para pendukung Jokowi - Ma'ruf memutihkan area stadion Gelora Bung Karno. Dilansir Tempo.co, Senin, 15 April 2019, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan stadion dipadati lebih dari 100 ribu pendukung pasangan nomor 01. "Ini kekuatan persatuan, kekuatan politik kebangsaan," kata Hasto, Sabtu, 13 April 2019.

Sementara itu, Erick Thohir selaku Ketua TKN Jokowi - Ma'ruf memprediksi massa yang hadir dan memenuhi kawasan kampanye sebanyak satu juta massa. Massa diprediksi mengular dari Bundaran HI ke GBK.

Lebih dari 500 artis Indonesia turut terlibat dalam puncak kampanye akbar Jokowi – Ma’ruf ini. Kampanye tersebut menyediakan ruang kebudayaan penuh kreasi dengan partisipasi aktif di antaranya ada Slank, Addie MS, Glenn Fredly, Sandy Sandoro, Yuni Shara, Inul, Iis Dahlia, Ruth Sahanaya, Tompi, Giring, Cak Lontong, dan banyak artis lainya. Juga para seniman dan influencer, hadir pula tokoh agama dan pemuka masyarakat.

Penggagas Konser Putih Bersatu, Abdeee Negara (kedua kiri), bersama Komposer Addie MS. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pihak TKN menilai jumlah massa yang begitu besar bisa berpengaruh positif pada elektabilitas pasangan Jokowi – Ma’ruf. "Konser Putih Bersatu menjadi kekuatan besar untuk mengangkat dampak elektoral Jokowi - Ma'ruf Amin," kata Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq.

Menurut penilaiannya, acara tersebut menunjukkan bahwa Jokowi-Ma'ruf serius mengusung Pancasila sebagai ideologi negara, dan menguatkan kembali soal NKRI harga mati. "Ini menjadi sangat penting kembali di tengah kita memerlukan komitmen awal dari cara kita bernegara dan berbangsa," katanya, seperti dikutip dari Tempo, Senin (15/4).

Ketua Harian TKN Jokowi - Ma'ruf, Moeldoko, pun satu suara mengatakan kehadiran para pendukung di Konser Putih Bersatu membuatnya optimis bahwa pasangan calon nomor 01 itu akan terpilih. Bahkan, Moeldoko yakin perolehan suara akan melebihi target. "Pasti lebih," ujar Moeldoko. Untuk Pilpres 2019, Jokowi sendiri telah optimis menargetkan perolehan suara sebesar 58-62 persen secara keseluruhan.

Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo pun menilai bahwa kampanye akbar paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf di GBK hanya menjadi gambaran mengenai target perolehan suara yang bisa dicapai. Sebab, sebelum kampanye terbuka berakhir, elektabilitas mereka berada di kisaran 50-58 persen. "Sehingga kampanye terbuka sekadar memberi keyakinan bahwa target perolehan suara 58 persen bisa tercapai," kata Karyono kepada wartawan.

Calon Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo berorasi saat 'Konser Putih Bersatu' di GBK, Sabtu (13/4). (Foto: Gesuri.id/ Elva Nurrul Prastiwi)

Menurut Karyono, kampanye terbuka juga sebetulnya hanya berpengaruh untuk meneguhkan para pemilih dan meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihan. Ia menilai bahwa sebagian besar massa yang hadir di GBK sebenarnya memang sudah menentukan pilihan. Bahkan, jika seluruh massa yang hadir merupakan massa murni (tanpa bayaran), maka sudah tergolong pemilih loyal.

Kehadiran dan jumlah massa, memang menjadi sorotan publik. Bahkan, publik bisa menduga secara serampangan bahwa besarnya massa yang hadir sebagai ukuran kemenangan. Kata karyono, bukan berarti besar atau kecilnya jumlah massa yang hadir tidak penting dalam kampanye.

"Tentu saja ada manfaatnya. Ada pengaruh psikologis, yaitu menjaga gengsi politik. Selain itu, jumlah massa yang besar bermanfaat untuk membangun atmosfir kemenangan dan bisa digunakan untuk mengukur militansi tim dan pendukung," kata dia.