Sejumlah Unicorn Diprediksi Bangkrut, Ini Kata CEO Softbank
CEO Softbank, Masayoshi Son. (Foto: The Wall Street Journal)
Ekonomi dan Bisnis

Sejumlah Unicorn Diprediksi Bangkrut, Ini Kata CEO Softbank

Rabu, 20 Mei 2020 | 12:12 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) SoftBank Group, Masayoshi Son mengingatkan para investor akan ada potensi 15 startup unicorn yang didanainya bangkrut gara-gara krisis kesehatan virus corona.

Dikutip dari CNBCIndonesia.com, Rabu (20/5), Masayoshi Son mengatakan, beberapa startup unicorn telah jatuh ke 'lembah virus corona'. Namun ia enggan menyebutkan namanya, seperti dilansir dari CNBC TV 18, Rabu (12/5). Unicorn merupakan status startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar.

SoftBank berinvestasi pada startup unicorn melalui Vision Fund. Unit investasi ini telah menginvestasikan US$75 miliar ke 88 startup unicorn. Sayang investasi di startup unicorn ini sudah turun nilainya menjadi US$69,9 miliar.

Vision Fund sendiri mencatatkan rugi sebesar US$18 miliar karena memburuknya kinerja startup unicorn terutama Uber Technologies dan WeWork. 

WeWork bahkan menyebabkan perusahaan rugi hingga US$10 miliar. Valuasi WeWork sudah terjun bebas. Bila pada Januari 2018 valuasi WeWork US$47 miliar, sekarang tinggal US$2,9 miliar.

Masayoshi Son mengatakan, ke depan SoftBank akan mengambil pendekatan yang lebih hati-hati pada investasi masa depan maupun investasi saat ini.

Mengutip CBInsights, di Asia Tenggara, SoftBank berinvestasi pada Tokopedia, Qerja, Dealoka, Alodokter, TechinAsia, dan Grab Holdings.

Sebelumnya Masayoshi Son menyebut investasi SoftBank di WeWork sebagai sebuah kebodohan. SoftBank dilaporkan berinvestasi US$18 miliar di Startup co-working space ini.

"Bodoh sekali saya berinvestasi di WeWork. Saya salah," ujar Masayoshi Son dalam analis meeting seperti dilansir dari Business Insider, Selasa (19/5).

TAGS:
SoftBankMasayoshi Sonunicornbangkrut

RELATED STORIES

Loading interface...