Selain Hoaks Politik dan Agama, Indonesia Ternyata Juga Darurat Hoaks Kesehatan
Ilustrasi: Kaspersky
Kesehatan

Selain Hoaks Politik dan Agama, Indonesia Ternyata Juga Darurat Hoaks Kesehatan

Minggu, 27 Okt 2019 | 09:40 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Masifnya penyebaran hoaks di media sosial memang kerap meresahkan banyak orang. Tidak hanya hoaks politik dan agama, Indonesia saat ini juga tengah diresahkan dengan banyaknya hoaks kesehatan. Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Septiaji Eko Nugroho mengatakan bahwa hoaks kesehatan merupakan hoaks yang paling banyak ditemukan setelah hoaks politik dan agama.

“Dalam catatan kami dua tahun terakhir, hoaks di Indonesia ini masih jadi kendala yang cukup besar. Setiap bulan, kurang lebih 60 sampai 100 hoaks yang kami terima mengotori ruang publik digital kita. Hoaks yang paling masif itu menyangkut politik dan agama. Ketiga itu isu kesehatan yang biasanya ditandai dengan hoaks obat dan makanan,” kata Septiaji, dikutip dari Detik Health.

Tahun 2018 silam, MAFINDO bahkan pernah mencatat terdapat sebanyak 6 persen dari total 997 isu hoaks yang berkaitan dengan kesehatan, obat, dan makanan di Indonesia. Meskipun angka ini terkesan kecil, Spetiaji mengingatkan untuk tidak meremehka hoaks seputar kesehatan.

“Hoaks jenis kesehatan bisa membawa unsur ketakutan dan kecemasan sehingga mudah viral di kalangan masyarakat,” katanya.

Septiaji kemudian memberikan contoh tentang vaksin. Ia menduga ada korelasi antara berbagai hoaks vaksin dengan penolakan sebagian masyarakat terhadap upaya vaksinasi dari pemerintah yang berpotensi menjadi ancaman munculnya penyakit-penyakit yang bisa dicegah.

“Tentu ini ironi yang besar. dengan informasi yang keliru, orang akan mengambil tindakan yang keliru juga. Dampaknya bukan hanya ke pribadi, namun juga mengancam kualitas generasi yang akan datang,” tandasnya.

TAGS:
kasus hoakshoakshoaks kesehatanpenyebar hoakshoaks tentang vaksin

RELATED STORIES

Loading interface...