Seorang Psikolog Sebut Keputusan Sulli Bergabung di 'Night of Hate Comments' Bahayakan Dirinya Sendiri
Foto: Pinterest
Entertainment

Seorang Psikolog Sebut Keputusan Sulli Bergabung di 'Night of Hate Comments' Bahayakan Dirinya Sendiri

Kamis, 17 Okt 2019 | 15:30 | Nisa Diniah

Winnetnews.com - Kematian Sulli pada hari Senin (14/10) telah mengejutkan banyak pihak dan meninggalkan banyak duka. Seperti yang diketahui, mantan member f(x) itu meninggal akibat bunuh diri setelah tak bisa lagi menahan depresi berat karena dia kerap mendapatkan komentar yang sangat kejam dari netizen terutama haters.

Sebelum meninggal, Sulli sempat bergabung menjadi MC untuk program JTBC "Night of Hate Comments". Acara tersebut merupakan program dimana para selebriti akan menghadapi komentar jahat langsung dan membacanya dengan cukup keras di studio syuting. Para selebriti tersebut akan diminta untuk merespon langsung komentar jahat yang mereka baca.

Kematian Sulli menjadi perhatian banyak pihak, termasuk seorang Psikolog bernama Kwon Young Chan. Dia merupakan orang Korea pertama yang mendapatkan gelar profesor dalam psikologi selebriti.

Profesor Kwon menjelaskan bahwa membacakan komentar jahat yang diterima bisa membahayakan diri, bahkan untuk selebriti yang berpengalaman sekalipun. Karena itulah, Sulli mungkin tapa disadari telah membahayakan dirinya sendiri saat memutuskan untuk tampil di "Night of Hate Comments".

"Mungkin saja Sulli bisa mengatasi komentar jahat karena dia memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai selebriti. Tetapi aku selalu berpikir bahwa itu bisa berbahaya karena komentar jahat bisa membuat seseorang marah dan tenggelam dalam emosi mereka sendiri," kata profesor Kwon. 

Profesor Kwon lebih lanjut mengatakan bahwa program tersebut memiliki tujuan yang baik, tetapi mungkin tidak cocok dengan kepribadian Sulli yang mudah tertekan dengan masalah orang lain.

"Tujuan dan pandangan acara itu sendiri bagus, tetapi tidak sesuai dengan kepribadian dan kecenderungan yang dimiliki Sulli. Dia sudah mengaku dalam beberapa acara TV bahwa dia adalah orang yang mudah stres saat melihat orang lain stres. Dalam kasus Sulli, dia telah bekerja keras sejak menjadi aktris cilik yang mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menenangkan pikiran dan jiwanya. Dengan kata lain, dia tidak memiliki waktu menjaga dirinya dari dalam," lanjut profesor Kwon. 

"Sekali kamu mengorbankan banyak hal ketika masih kecil dan mencapai level tertentu, kamu mulai ingin melakukan apa yang kamu inginkan. Kemungkinan opini dan kata-kata Sulli di media sosial dan siaran bisa merupakan sesuatu yang ingin dia impikan dan lakukan," tambah profesor Kwon.

Sementara itu, pemakaman Sulli telah dilangsungkan secara tertutup pada hari ini, Kamis (17/10). Keluarga, sahabat dan rekan Sulli hadir untuk mengucapkan perpisahan terakhir mereka. Di hari pemakaman Sulli ini, banyak netizen juga ikut mengucapkan selamat tinggal untuk Sulli.

TAGS:
sulliSulli MeninggalNight of Hate Comments

RELATED STORIES

Loading interface...