Separator Jalan Diwarnai, Polisi Minta Pemprov DKI Kembalikan ke Warna Asalnya
Sumber foto : Istimewa
News

Separator Jalan Diwarnai, Polisi Minta Pemprov DKI Kembalikan ke Warna Asalnya

Kamis, 2 Agt 2018 | 14:26 | Oky

Winnetnews.com - Ada yang berbeda dengan Jakarta beberapa hari belakangan ini. Ibukota tampak begitu lebih berwarna.

Sebab, sejumlah separator atau pembatas jalan pada beberapa ruas jalan di Jakarta terlihat cerah karena separator jalanan dikelir oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terkait pelaksanaan Asian Games 2018. Salah satunya separator di kawasan pasar Rebo, Jakarta Timur.

Ternyata, mewarnai separator bertentangan dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Pihak kepolisian pun langsung meminta Pemprov untuk mengembalikan warna asal separator, yakni hitam-putih.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), Polri Irjen Royke Lumowa, mengatakan warna pembatas jalan harus sesuai dengan aturan atau ketentuan yang berlaku.

"Ya, sesuaikan dengan ketentuan sajalah. Indah sih memang indah, tapi kan kita lihat lagi peraturan menteri dan perundang-undangan lain warna apa yang dibenarkan, hitam putih," ujar Royke, menukil Berita Satu (31/7/2018).

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombespol), Yusuf, menyampaikan bahwa marka jalan berdasarkan aturan memiliki warna putih.

"Untuk marka jalan aturannya adalah warna putih. Trotoar atau pembatas jalan antara pengendara dengan pejalan kali yang lain itu batasnya warna putih atau hitam, hitam putihlah, seperti zebra. Kalau di penyeberangan, itu zebra cross namanya," papar Yusuf.

"...Tetapi, ada juga diberikan warna-warna tertentu dalam hal-hal khusus, contoh jalur busway . Jalur busway yang melewati jalan yang di luar jalur busway menggunakan warna merah marun. Lalu, di persimpangan jalan ada cat kuning silang namanya yellow box junction , itu juga salah satu marka jalan."

Jikapun memang warna separator tersebut harus di warnai selain warna yang telah ditentukan, Yusuf mengatakan hal itu tergantung untuk tujuan apa dan sifatnya hanya sementara.

"Bergantung tujuannya untuk apa, kalau untuk Asian Games, itu waktu Asian Games saja mungkin diperbolehkan. Tapi sementara itu, ada batas waktu tertentu, selesai itu ya dikembalikan. Saya sampai sekarang belum tahu tujuannya buat apa, seperti itu," tandasnya.

Dari penyataan Yusuf, jelas tersirat bahwa pewarnaan separator yang dilakukan oleh Pemprov DKI tak melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.

Atas imbauan itu, Pemprov DKI pun langsung gerak cepat untuk mengembalikan warna separator.

Gubernur DKI, Anies Baswedan, memahami bahwa pewarnaan separator terkait dengan fungsi marka yang memiliki aturan tersendiri.

"Ada ketentuan-ketentuan mengenai marka jalan dan asisten pembangunan kemarin menjelaskan bahwa ketentuan tentang marka jalan penting untuk ditaati," kata Anies di kawasan Monas, kemarin (31/7).

Berpotensi membahayakan

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengungkapkan bahwa semua warna yang digunakan masing-masing instrumen di jalan raya sudah diatur dan dibuat sesuai tujuan.

"Pembatas jalan dan pemisah jalur berwarna putih tujuannya untuk alat komunikasi. Sebagai pengarah pengguna jalan mobil maupun motor karena warna tersebut mudah terlihat di siang maupun malam dan membantu penggunanya lebih fokus melintas," jelas Sony dalam Kompas.com .

Sony mengungkapkan pemilihan warna yang sembarangan, meski terlihat menarik dapat mengurangi visibilitas bagi pengguna jalan.

Hal senada juga dijelaskan pengamat keselamatan dari The Real Driving Centre, Marcell Kurniawan.

Ia berpendapat bahwa secara visual memang separator mampu mempercantik jalan, tetapi keselamatan pengendara jauh lebih penting.

Dalam CNN Indonesia , ia menjelaskan beberapa poin ketika pihak tertentu memutuskan memberikan warna separator untuk sebuah kebutuhan, tapi tetap nyaman dilihat mata pengendara.

Pertama, warna pembatas jalan harus memiliki kontras yang tinggi antara beberapa warna yang digunakan.

Kemudian, warna yang digunakan harus mampu berfungsi sebagai retroreflektor. Artinya dapat memantulkan cahaya dengan baik dan minim pembiasan.

Lalu, yang terakhir, warna yang digunakan harus memiliki visibilitas yang baik di malam hari, kondisi berkabut, atau pada saat kondisi hujan lebat.

Marcell mengatakan, warna yang digunakan oleh Pemprov DKI tersebut tidak memenuhi syarat seperti yang ia sebutkan di atas, serta kombinasi warna yang digunakan malah dapat membahayakan pengguna jalan.

Sementara Arsitek senior Bambang Eryudhawan, memahami keinginan Pemprov DKI dalam menghias wajah Jakarta untuk menyambut Asian Games 2018. Namun, menurutnya, pewarnaan tersebut cukup dilakukan di tempat-tempat tertentu yang memang justru membutuhkan penguatan karakter.

Sebab, pewarnaan kawasan yang kurang tepat justru akan membuatnya malah menjadi kurang menarik.

"Mungkin, ada di tempat lain yang relatif lebih bagus kalau diwarna, tapi ada juga tempat-tempat yang diberi warna jadi lebih jelek. Kuncinya kan adanya karakter, kita harus pahami ini kalau diberi warna jadi lebih bagus atau jadi lebih jelek," tandas Yudha.

Yudha menambahkan, Pemprov juga harus menyadari bahwa pewarnaan ini bersifat sementara. Oleh karena itu harus dipikirkan apakah mudah dihapus atau tidak untuk mengembalikan ke kondisi semula, juga terkait biayanya.

"...Ini kan bukan Disneyland, bukan Dufan yang orang inginnya ceria setiap kali datang ke festival," tuntasnya.

Merujuk aturan Permenhub

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 34 Tahun 2014 Pasal 3, di sana tertulis marka jalan berfungsi untuk mengatur lalu lintas, memperingatkan atau menuntun pengguna jalan dalam berlalu lintas.

Kemudian, pada Pasal 5 (c), pembagian lajur atau jalur merupakan bagian dari marka jalan.

Pada Pasal 4 disebutkan bahwa marka jalan dapat berwarna putih, kuning, merah, dan warna lainnya. Masing-masing warna memiliki arti dan fungsi sendiri. Tidak disebutkan marka jalan dapat diberi warna-warni dalam aturan tersebut.

Sementara pada Pasal 11, pembagian lajur atau jalur sebagaimana dimaksud Pasal 5 (c) berfungsi untuk mengatur lalu lintas dengan jangka waktu sementara dan membantu untuk melindungi pengendara, pejalan kaki, dan pekerja dari daerah yang berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan.

TAGS:
asian gamesAnies Baswedan

RELATED STORIES

Loading interface...