Signify Jadikan Pencahayaan di Kota Davos Hemat Energi
Foto: Signify Indonesia
Technology

Signify Jadikan Pencahayaan di Kota Davos Hemat Energi

Selasa, 21 Jan 2020 | 10:14 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Signify sebagai pemimpin dunia dalam bidang pencahayaan telah membantu kota Davos, Swiss, memperbarui lampu jalan di sana dan pencahyaan Congress Centre di kota ini, menjadi LED hemat energi berkualitas tinggi. Minggu ini, Davos akan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia dalam Forum Ekonomi Dunia.

Signify bersama ELEKTRON, sejauh ini sudah mengganti 500 dari 1.000 lampu jalanan di kota Davos dengan LED hemat energi, dan menghubungkan 250 dari lampu jalanan itu ke sistem pencahayaan terkoneksi nikrabel berbasil cloud, Interact City. Penggunaan jenis lampu dan sistem ini mampu menghemat energi hingga 72.300 kWh per tahun.

Selain itu penerapan sistem Interact City juga memungkinkan adanya manajemen jarak jauh dari infrastruktur penerangan jalan, hanya dengan beberapa klik saja. Kota ini berencana untuk menyelesaikan instalasi lampu dalam lima hingga sepuluh tahun.

Selama peremajaan Congress Centre, Signify sudah memperbarui hampir 900 lampu, memungkinkan kota Davos sebagai tempat penyelenggaraan konferensi menghemat tambahan 50.000 kWh energi per tahun. Penghematan ini mampu mengurangi emisi karbon Congress Centre hingga 28 ton per tahun atau sekitar 82%. 

Signify menyumbangkan generasi baru Phlips GreenSpace Accent Projectors, Philips LuxSpace Accent Downlights, Philips GreenSpace Compact Downlights, dan Philips Matser LED Spots. Selain itu, seluruh sistem kontrol lampu diganti dan disiapkan untuk kebutuhan masa depan sesuai dengan persyaratan Congress Centre, serta tetap kompatibel sepenuhnya dengan sistem manajemen gedung saat ini.

“Kami sangat senang bahwa kota yang menjamu para pemimpin dunia setiap tahun ini, telah mengambil langkah besar ke depan," ujar Eric Rondolat, CEO Signify.

Untuk menekankan visinya, selama Forum Ekonomi Dunia Rondolat akan berpartisipasi dalam panel ‘Stimulating Circular Innovation’ (Menstimulasi Inovasi Sirkular) dan sesi ‘Helping Cities Transition to the Digital Age’ (Membantu Kota Bertransisi Menuju Era Digital) pada Rabu, 22 Januari. Ia juga akan bertindak sebagai moderator dalam sesi CEO Climate Leader dan berbicara pada peluncuran inisiatif Ambisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yang baru saat acara peluncuran dan makan siang dengan Sekretaris Jenderal António Guterres pada Kamis, 23 Januari.

“Model ekonomi take-make-waste (ambil-buat-buang) yang ada saat ini tidak berkelanjutan. Peralihan ke ekonomi sirkular adalah senjata kunci dalam perjuangan melawan perubahan iklim,” kata Rondolat.

Tak hanya itu, ini juga memungkinkan konsumen untuk memperpanjang masa penggunaan material dan menghindari hancurnya sumber daya, sehingga bisa membuka nilai ekonomi. Misalnya saja dengan adanya peluncuruan luminer 3D yang baru-baru ini diluncurkan untuk para profesional dan konsumen.

“Teknologi ini mengonsumsi lebih sedikit energi dalam ekstraksi material dan manufaktur, serta memiliki jejak karbon 47% lebih rendah dibandingkan dengan luminer logam yang diproduksi secara konvensional. Penghematannya bahkan akan semakin meningkat jika kita mencetak menggunakan bahan daur ulang, seperti luminer yang terbuat dari 24 keping cakram padat (CD) daur ulang,” tutur Rondolat.

Beralih ke ekonomi sirkular akan menghasilkan perkembangan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan kesejahteraan yang lebih besar di seluruh dunia. Uni Eropa menghitung manfaat ekonomi bersih sebesar EUR 1,8 triliun pada tahun 2030, yang berarti peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebanyak tujuh poin persentase.

TAGS:
SignifySwisshemat energi

RELATED STORIES

Loading interface...