Soal Bendera HTI di KPK, Novel Baswedan: Isu Radikal Adalah Framing Para Koruptor

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 2 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Soal Bendera HTI di KPK, Novel Baswedan: Isu Radikal Adalah Framing Para Koruptor
Novel Baswedan

Winnetnews.com -  Mantan penyidik KPK Novel Baswedan mengaku tak terlalu kaget dengan hasil penyidilikan temaun bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di ruang kerja pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mengatakan sudah merasakan ada peran koruptor di balik kencangnya isu radikalisme di internal KPK.

”Sejak awal sdh kita sampaikan bahwa isu radikal dsb adl framing para koruptor agar aman berbuat korupsi,” tulis Novel lewat akun twitter, Senin (4/10) merespons unggahan Febri Diansyah soal temuan bahwa bendera HTI tidak ditemukan di meja para pegawai KPK yang diberhentikan.

Novel menilai membuat tuduhan dan merancang isu yang kemudian disebarkan secara luas serta masif bukanlah hal yang sulit bagi para koruptor. Menurutnya, mereka bisa membayar orang untuk menyebarkan isu-isu tertentu.

”Mrk bisa saja bayar org2 utk buat tulisan di medsos. Skrg koruptor semakin aman & terus garong harta negara. Kasihan masy Indonesia. Koruptor makin Jaya,” lanjut sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini.

Sebelumnya, KPK membuka hasil penyelidikan temuan bendera HTI di salah satu ruangan kerja di Gedung Merah Putih. KPK menyimpulkan, informasi yang pertama kali disebarkan oleh satpam bernama Iwan Ismail itu adalah tidak benar dan menyesatkan.

KPK juga memastikan pegawai yang memasang bendera tersebut tidak terbukti memiliki afiliasi dengan HTI atau organisasi radikal lainnya.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...