Soal SDPD, Kuasa Hukum HT: No Comment Karena Merasa Belum Terima Tembusan
CEO MNC saat penuhi panggilan Bareskrim Polri, Senin (12/06/2017)/Foto: Zool WNN
News

Soal SDPD, Kuasa Hukum HT: No Comment Karena Merasa Belum Terima Tembusan

Kamis, 22 Jun 2017 | 11:51 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Meski pihak Kejaksaan Agung mengakui telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto, pihak pengacara CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Adi Dharma Wicaksono, mengaku belum mengetahui bahwa kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan ia menyatakan, belum mendapatkan SPDP yang ditujukan Bareskrim Polri kepada Kejaksaan Agung.

"Kami belum terima tembusan itu jadi kami belum bisa beri tanggapan apapun," kata Adi, Kamis (22/06/2017).

Padahal, kata Adi, seharusnya SPDP itu ditembuskan kepada pihak pelapor dan terlapor. Pihaknya menyatakan baru bisa memberi tanggapan jika sudah menerima salinan SPDP dan mempelajarinya.

"Kami tidak bisa sepihak komentari sesuatu yang belum kami lihat secara faktanya," kata Adi.

Tim pengacara Hary juga akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri mengenai pernyataan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmat soal status hukum Hary.

TAGS:
Surat Perintah Dimulainya PenyidikanKejaksaan AgungBareskrim PolriHary Tanoesoedibjo

RELATED STORIES

Loading interface...