Sofosbuvir, Obat Hepatitis C untuk Menghambat Perkembangan Virus

Rusmanto

Dipublikasikan 4 hari yang lalu • Bacaan 2 Menit

Sofosbuvir, Obat Hepatitis C untuk Menghambat Perkembangan Virus
detikcom
Winnetnews.com -  Sofosbuvir adalah obat hepatitis C yang mampu menghambat perkembangan virus dan memperbaiki kerusakan organ hati. Obat hepatitis ini bekerja dengan menghambat enzim yang berperan dalam pembentukan RNA virus hepatitis C. Sebelum mengonsumsi obat Sofosbuvir, ada baiknya untuk memahami dosis, efek samping, dan aturan pakai berikut ini.

Dikutip dari MIMS, obat Sofosbuvir dapat membuat virus tidak lagi ampuh menginfeksi tubuh. Meski demikian, obat ini tidak bisa mencegah penularan hepatitis C dari satu orang ke orang lain.

Agar lebih efektif penggunaan Sofosbuvir kerap dikombinasikan dengan obat antivirus lainnya, seperti ribavirin, peginterferon, dan daclatasvir.

Obat Sofosbuvir harus diresepkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan tidak digunakan dalam monoterapi atau terapi tunggal. Jadi, gunakan sesuai dengan arahan dokter untuk menghindari terjadinya efek samping.

Dosis Obat Sofosbuvir

Pemberian dosis obat Sofosbuvir disesuaikan oleh usia, berat badan (BB), dan kondisi medis pasien. Berikut adalah pembagian dosis untuk mengobati hepatitis C:

  • Dewasa: Diberikan dosis 400 mg satu kali sehari, selama 12-24 minggu
  • Anak usia di atas 3 tahun dengan BB di bawah 17 kg: Diberikan dosis 150 mg satu kali sehari
  • Anak usia di atas 3 tahun dengan BB 17-35 kg: Diberikan dosis 200 mg satu kali sehari
  • Anak usia di atas 3 tahun dengan BB di atas 35 kg: Diberikan dosis 400 mg satu kali sehari

Efek Samping Obat Sofosbuvir

Penggunaan obat Sofosbuvir dapat menimbulkan efek samping ringan seperti:

  • Diare
  • Hilang nafsu makan
  • Kelelahan
  • Kesulitan tidur
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala

Selain itu, ada sejumlah efek samping serius yang dapat timbul dari penggunaan obat ini, antara lain:

  • Demam
  • Kulit pucat
  • Menggigil
  • Pembengkakan pada wajah
  • Pusing
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Ruam

Interaksi Sofosbuvir dengan Obat Lain

Penggunaan obat Sofosbuvir jika digunakan bersamaan dengan obat tertentu dapat menimbulkan efek interaksi, seperti:

  • Jika digunakan bersama phenobarbital, rifampicin, rifabutin, atau bahan herbal seperti St. John's Wort, maka dapat menurunkan kadar obat Sofosbuvir
  • Jika digunakan bersama amiodarone, maka dapat menimbulkan bradikardia atau denyut jantung lambat
  • Jika digunakan bersama warfarin, maka dapat meningkatkan resiko terjadinya keracunan.

Aturan Pakai Obat Sofosbuvir

Sebelum menggunakan obat Sofosbuvir, ikut arahan dokter atau petunjuk yang tertera pada label kemasan. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang telah ditentukan. Jangan pula menghentikan pengobatan tanpa konsultasi dengan dokter, sekalipun sudah merasa lebih baik.

Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Minum Sofosbuvir dengan segelas air putih tanpa digigit atau dikunyah.

Jika melewatkan dosis, segera konsumsi begitu teringat apabila jeda dengan konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Namun jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis Sofosbuvir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mengenal Obat Sofosbuvir: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai"


 

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...