Stres Saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Bayi
Ilustrasi
Kesehatan

Stres Saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Bayi

Sabtu, 12 Okt 2019 | 16:34 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Para peneliti di London mengungkapkan baru-baru ini bahwa wanita yang mengalami stres sebelum dan selama kehamilan dapat membahayakan perkembangan otak bayinya.

Pemindaian terhadap 251 bayi prematur menemukan bukti “gangguan perkembangan” suatu area di dalam otak mereka, ketika sang ibu mengalami stres tingkat tinggi.

Para peneliti mengatakan tidak jelas apakah ini akan menyebabkan masalah di kemudian hari tetapi meminta dokter dan profesional kesehatan lainnya untuk bertanya kepada ibu hamil tentang stres dan kecemasan umum selain depresi.

Dilansir dari Evening Standard, tim King's College, London menemukan perubahan pada uncinate fasciculus, saluran materi putih yang telah diketahui mengalami perubahan pada orang dewasa yang menderita gangguan kecemasan. Hal ini diyakini sebagai studi pertama tentang hubungan antara stres ibu dan perkembangan otak pada bayi prematur.

Mereka menemukan bahwa tingkat stres yang lebih besar dari “hidup yang dijalani” dikaitkan dengan perkembangan mikrostruktur materi putih otak yang lebih terganggu - sementara tingkat stres yang lebih rendah dikaitkan dengan gangguan yang lebih sedikit.

Peneliti utama Alexandra Lautarescu mengatakan: “Kami menemukan bahwa pada ibu yang lebih stres selama kehamilan dan periode sebelum kelahiran, materi putih pada bayi menjadi berubah.”

image0

Para ibu mengisi kuesioner yang menanyakan tentang peristiwa-peristiwa yang membuat stres, mulai dari pisang ranjang hingga perceraian. Ini dinilai dan dirujuk silang ke setiap perubahan yang ada di otak bayi mereka. Studi ini, dalam jurnal Biological Psychiatry, menyoroti pentingnya memberikan dukungan untuk ibu hamil.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa intervensi seperti terapi perilaku kognitif dapat membantu mengurangi dampak buruk pada bayi.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jika wanita mengalami kesehatan mental yang buruk selama kehamilan, hal ini dapat menyebabkan kelahiran yang lebih sulit atau prematur atau berat lahir bayi yang lebih rendah. Bayi itu juga mungkin lebih sering menangis.

“[Stres] tidak didiagnosis sesering sebagaimana seharusnya selama kehamilan dan kami berusaha untuk menekankan bahwa kesehatan mental ibu selama kehamilan dapat berdampak pada perkembangan otak bayi yang mungkin berdampak pada hasil mereka di kemudian hari,” kata Lautarescu.

“Selama tidak ada yang bertanya kepada para wanita ini tentang stres yang mungkin dialami, maka mereka tidak mendapatkan dukungan apa pun.”

Lautarescu juga menambahkan, jika kita mencoba untuk membantu para wanita ini selama kehamilan atau pada periode awal pasca kelahiran dengan semacam intervensi ini tidak hanya akan membantu ibu, tetapi juga dapat mencegah perkembangan otak yang terganggu pada bayi dan meningkatkan hasil mereka secara keseluruhan.

 

TAGS:
kehamilanibu hamilbayiperkembangan otak

RELATED STORIES

Loading interface...