Studi: Covid-19 dapat Bertahan di Permukaan Ponsel dan Kertas Selama 28 Hari
Foto: Unsplash/Erik Mclean
Kesehatan

Studi: Covid-19 dapat Bertahan di Permukaan Ponsel dan Kertas Selama 28 Hari

Kamis, 15 Okt 2020 | 15:52 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Suhu lebih dingin, cahaya yang terbatas, dan permukaan yang nyaman dapat membuat virus corona baru, SARS-CoV-2 bertahan lama. Penelitian yang diterbitkan dalam Virology Journal oleh lembaga sains nasional Australia, CSIRO, melaporkan bahwa Covid-19 dapat bertahan selama 28 hari di permukaan seperti plastik, kaca, baja, vinil dan bahkan kertas.

Studi kedua yang diterbitkan pada awal Oktober lalu di jurnal Clinical Infectious Diseases menemukan kalau virus corona dapat hidup di kulit manusia hingga 9 jam. Namun, terdapat dua perbedaan. Studi pertama dilakukan seluruhnya dalam kegelapan, sedangkan yang kedua menemukan bahwa hand sanitizer atau sabun dan air dapat membunuh virus pada kult.

Namun para ahli epidemiologi mengatakan mereka terkejut dengan lamanya virus tetap kuat dan aktif dalam setiap penelitian. Sebagai bandingan, virus flu bertahan di permukaan selama 17 hari dan di kulit sekitar 2 jam.

“Fakta bahwa (Covid-19) bahkan dapat bertahan di permukaan selama itu membukitikan bahwa itu beresiko. 28 hari adalah jangka waktu yang lama,” jelas Thomas A. LaViest, PhD, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Tropis di Tulane University, Louisiana dikutip Healthline.

Selain itu, Trevor Drew, PhD, direktur Pusat Kesiapsiagaan Penyakit Australia dan penulis utama studi pertama, mengatakan bahwa waktu bertahan yang lama dari virus tersebut mengejutkan timnya.

“Kami agak terkejut dengan lamanya waktu virus bertahan pada suhu 20 derajat Celcius (68 derajat Fahrenheit),” kata Drew

Drew menjelaskan kalau penelitian tersebut mengamati perubahan suhu dan menemukan bahwa ketika suhu meningkat, virus kehilangan kekuatannya dan mati lebih cepat. Mereka menempatkan virus di permukaan pada suhu 20, 30, dan 40 derajat Celcius dan memeriksa keampuahannya.

“Kami menyimpulkan bahwa, bergantung pada bahannya, perubahan suhu antara 12 derat Celcius dan 18 derajat Celcius akan mencapai perubahan 10 kali lipat dalam waktu pengurangan desimal,” jelasnya.

Dia mencontohkan, virus yang diendapkan pada gagang pintu baja tahan karat di rumah potong hewan pada suhu 6 derajat Celcius, bisa bertahan 10 kali lebih lama dibandingkan pada suhu 20 derajat Celcius.

“Pengaruh suhu juga mungkin terlihat pada aerosol virus. Virus akan bertahan lebih lama di udara dingin daripada di udara hangat, tanpa sinar UV,” tutur Drew.

Studi tersebut menemukan bahwa virus bertahan paling lama di baja dan plastik, lebih sedikit di atas kertas, dan yang jauh lebih sedikit adalah di permukaan kapas yang lembut.

TAGS:
COVID-19virus coronakertasplastik

RELATED STORIES

Loading interface...