Sumpah Trump Selamatkan Industri Minyak AS
Foto: Plataforma
Ekonomi dan Bisnis

Sumpah Trump Selamatkan Industri Minyak AS

Rabu, 22 Apr 2020 | 12:37 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bersumpah untuk menyelamatkan industri minyak AS. Sumpah tersebut ia lakukan pada Selasa (21/4).

Mengutip Kontan.co.id, pada saat yang sama, produsen OPEC mengadakan pembicaraan krisis "virtual" di tengah berlanjutnya volatilitas di pasar minyak mentah global.

Ketika para pemimpin OPEC mencoba memetakan jalan ke depan, Arab Saudi berjanji melakukan setiap upaya untuk memulihkan stabilitas. 

"Kerajaan terus memonitor situasi di pasar minyak dan bersiap untuk mengambil tindakan tambahan apa pun dalam kerja sama dengan OPEC + dan produsen lainnya," kata seorang juru bicara Arab Saudi seperti yang dikutip oleh Arab News.

Seperti yang diketahui, pasar minyak mengalami penurunan rekor pada hari Senin (20/4). Minyak mentah Brent, harga minyak patokan Timur Tengah, jatuh ke level US$ 17,50 per barel, level terendah selama dua dekade, sebelum pulih ke level US$ 24.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate, harga acuan Amerika, diperdagangkan pada harga negatif US$ 40 untuk pengiriman Mei, naik kembali ke wilayah positif dengan harga lebih dari US$ 10 per barel. 

Namun, hal yang  mengkhawatirkan bagi produsen AS, harga minyak WTI untuk pengiriman Juni turun 43% menjadi US$ 11,50 per barel.

Sumber dari industri minyak Saudi membisikkan bahwa OPEC akan membahas pemotongan produksi lebih lanjut di atas pengurangan bersejarah lebih dari seminggu yang lalu. Akan tetapi mereka mungkin diimplementasikan lebih awal pada bulan Mei.

Rusia tidak ikut serta dalam pembicaraan hari Selasa. Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mengatakan "tidak perlu mendramatisir" penurunan harga minyak Amerika.

Melansir Arab News, Trump mengatakan pemerintah AS akan membantu perusahaan-perusahaan minyak Amerika yang terancam bangkrut oleh kehancuran dramatis WTI. 

"Kami tidak akan pernah mengecewakan industri minyak dan gas AS yang besar," katanya.

Trump menambahkan, "Saya telah meminta menteri energi dan menteri keuangan untuk merumuskan rencana stimulus sehingga perusahaan dan pekerjaan yang sangat penting ini akan diamankan jauh di masa yang akan datang."

Rontoknya harga minyak WTI pada hari Senin, masih menimbulkan tanda tanya bagi sebagian pihak. 

"Beberapa orang mungkin menolak alasan bahwa kejatuhan harga WTI pada Senin akibat kekhasan pasar berjangka pada hari terakhir sebelum kontrak berakhir. Tetapi fakta bahwa harga-harga turun serendah ini mencerminkan kekuatan pasar yang brutal yang tidak akan hilang dengan berakhirnya satu kontrak bulanan," papar Jim Burkhard, Wakil Presiden dan Kepala Pasar Minyak pada Konsultasi IHS Markit.

Sekitar 30% dari permintaan minyak global telah menguap dalam sebulan terakhir karena ekonomi besar telah terkunci di bawah dampak pandemi COVID-19.

TAGS:
industri minyakvolatilitasDonald TrumpopecMinyak MentahArab Saudi

RELATED STORIES

Loading interface...