Tak Terima Utang 14 Ribunya Ditagih, Pria Ini Tega Bakar Nenek

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Tak Terima Utang 14 Ribunya Ditagih, Pria Ini Tega Bakar Nenek Ilustrasi (Unsplash)

Winnetnews.com - Menagih utang merupakan hal yang susah-susah gampang. Sebuah hal mengerikan baru saja menimpa seorang nenek berusia 60 tahun asal Garut yang menagih utang.

Nenek yang diketahui bernama Iyah ini, merupakan warga Kampung Cipareuhan, Desa Jayabakti, Garut, Jawa Barat. Saat itu, ia ingin menagih utang sebesar 14 ribu rupiah.

Niatnya itu malah membawa petaka. Sebab, nenek Iyah ditemukan tewas dalam kondisi terbakar di dalam saung yang berada di tengah sawah.

Jasad nenek Iyah yang terbakar ini diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradonna Mappaseng. Jenazah itu pertama kali ditemukan oleh anak korban pada Sabtu (14/9) malam.

Malam itu, anak Nenek Iyah melihat saung yang berada di tengah sawah terbakar. Dia bersama warga yang lainnya pun mengira kalau kebakaran tersebut hanyalah kebakaran biasa.

Namun sesampainya di lokasi, warga malah menemukan jasad Nenek Iyah sudah hangus dilahap api.

“Awalnya warga mengira hanya kebakaran biasa, setelah ditemukan ada mayat, muncul kecerugiaan ada yang sengaja membakar,” ungkap Maradonna, seperti dikutip dari Grid.id.

Aparat kepolisian Polres Garut pun segera membawa jasad korban ke RSUD dr Slamet Garut untuk dilakukan autopsi. Setelah memeriksa beberapa saksi, aparat pun berhasil menangkap pelaku.

Pemuda Garut dengan inisial AA (20) ditangkap di Kecamatan Cibiuk. Dia lari setelah membunuh Nenek Iyah pada Sabtu (14/9) pukul 17.00 WIB.

Usai diperiksa, diketahui kalau pelaku dan korban tidak memiliki hubungan darah, hanya sekadar tetangga desa.

“Pelaku dan korban masih tinggal di satu desa tapi berbeda kampung saja. Tidak punya hubungan keluarga,” jelas Maradonna.

AA diduga tega membunuh Nenek Iyah lantaran ia tidak terima saat ibunya selalu ditagih utang sebesar Rp. 14 ribu oleh korban.

“Utang itu tidak dibayar-bayar oleh ibu pelaku. Korban terus bicara ke korban soal utang itu,” kata Maradonna.

Karena rasa dendam dan sakit hatinya, AA pun akhirnya merencanakan pembunuhan pada Nenek Iyah.

Pada hari pembunuhan, AA melihat korban sedang duduk seorang diri di dekat saung di pinggir hutan Kampung Lebakjero Desa Jayabakti.

“Korban lagi duduk istirahat di pinggir saung langsung dibacok dari samping hingga kena bagian pipinya. Kemudian dibacok lagi dua kali di bagian wajah hingga langsung tersungkur tak bergerak,” terang AKBP Budi Satria, Kapolres Garut.

Selain membacok, pelaku juga membakar jasad Nenek Iyah beserta saung tempatnya membunuh dengan tujuan untuk menghilangkan jejak. Kepolisian Polres Garut sudah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti golok, sarung tangan kain, karung sepatu bot, topi, dan batang kayu dari saung yang terbakar.

AA pun dijerat pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman penjara minimal 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.