Tanggapi Rendahnya Serapan Anggaran Covid-19, Terawan: Berarti Pasien Sedikit

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Tanggapi Rendahnya Serapan Anggaran Covid-19, Terawan: Berarti Pasien Sedikit
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Foto: CNN Indonesia)

Winnetnews.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyebut penyebab rendahnya serapan anggaran di Kemenkes karena pembayaran jasa rumah sakit untuk penanganan Covid-19 dan santunan bagi tenaga kesehatan yang meninggal.

"Di sini (anggaran pembayaran Rumah Sakit) kalau penyerapannya kurang kan berarti pasiennya kurang, sedikit. Santunan tenaga medis juga kalau penyerapannya kurang berarti yang meninggal sedikit. Ini yang agak berbeda," kataTerawan dalam rapat bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, (15/7).

Dia pun menudian mengatakan, apabila penyerapan tinggi artinya pembayaran di rumah sakit tergolong besar atau dapat diartikan pasien yang sakit juga banyak. Hal serupa juga pada anggaran kematian untuk tenaga medias. Terawan menegaskan akan sangat teliti terkait pembayaran jasa rumah sakit  untuk menghindari terjadinya moral hazard.

Namun, Terawan menjelaskan pihaknya akan berusaha untuk memacu pembayaran insentif untuk tenaga kerja. Anggaran dalam insentif tenaga medis sendiri dibagi menjadi dua, antara lain Rp 1,9 triliun untuk tenaga kesehatan di pusat dan Rp 3,7 triliun untuk di daerah. Terlkait pengelolaan insentif untuk tenaga medis pusat, verifikasi data dilakukan di Kementerian Kesehatan, sendangkap untuk tenaga medis di daerah maka verifikai daerah dilakukan di Dinas Kesehatan masing-masing wilayah.

"Kami akan berjuang agar penyerapan bisa terserap dengan baik, namun kami tidak ingin lepas dari aspek afforadabilitas dan masalah efektifitas anggaran yang terserap," ujar Terawan. \

Kementerian Keuangan sebelumnya mencatat serapan anggaran terkait dengan bidang kesehatan baru sebesar 5,12 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp 87,55 triliun. Anggaran yang tersalurkan tersebut sedikit meningkat jika dibandingkan dengan perkembangan sebelumnya per 24 Juni 2020, yang hanya tercatat 4,68 persen.

Minimnya serapan anggaran di bidang kesehatan juga sempat disentil oleh Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet yang digelar pada 18 Juni 2020 lalu.

 "Bidang kesehatan itu dianggarkan Rp 75 triliun, baru keluar 1,53 persen coba," kata Jokowi.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...