Temuan Peneliti FKUI Terkait Hepatitis Misterius di Indonesia

Rusmanto

Dipublikasikan 8 hari yang lalu • Bacaan 1 Menit

Temuan Peneliti FKUI Terkait Hepatitis Misterius di Indonesia
detikcom
Winnetnews.com -  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menjadi salah satu laboratorium yang ditunjuk pemerintah untuk menginvestigasi kasus hepatitis akut misterius. Ada tujuh sampel yang dianalisis.

Spesialis mikrobiologi FKUI, Dr dr Budiman Bela, SpMK(K) menyebut pemeriksaan seluruh sampel tersebut masih berjalan, tetapi sejauh ini tidak ditemukan jejak adenovirus 41.

Pasalnya, adenovirus 41 menjadi salah satu dugaan kuat di balik kemunculan hepatitis akut misterius. Di Inggris, 70 persen dari kasus hepatitis akut misterius positif adenovirus.

"Tidak ditemukan adenovirus 41. Di sini kami memperkirakan bisa saja karena hanya menggunakan sampel plasma bukan whole blood," kata dr Budiman Bela dalam keterangan yang disiarkan kanal Youtube CME FKUI, Kamis (12/5/2022).

"Karena pasien telah meninggal sehingga hanya sampel yang ada saja yang bisa kita periksakan. Sementara seperti tadi yang sempat saya kemukakan, adenovirus 41 lebih banyak ditemukan pada sampel darah lengkap atau whole blood," lanjutnya.

Lantas Apa Temuannya?

Peneliti FKUI melaporkan temuan lain yakni jejak genetik untuk virus cytomegalovirus (CMV), bakteri Bacillus cereus, dan bakteri Legionella.

"Untuk cytomegalovirus, sebagian besar anak di Indonesia itu sudah terinfeksi. Jadi walaupun ada kemungkinan, semua ini kami simpan dulu apakah memang mereka ini penyebab atau tidak," sambung dr Budiman Bela.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bukan Adenovirus, Ini Temuan Peneliti FKUI di Pasien Hepatitis Misterius RI"


 

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...