Terbukti Langgar Kode Etik, Komisioner KPU Evi Novida Dipecat
Foto: Komas.com
News

Terbukti Langgar Kode Etik, Komisioner KPU Evi Novida Dipecat

Kamis, 19 Mar 2020 | 11:01 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan pemecatan kepada Evi Novida Ginting Manik yang semula menjabat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia dinilai terbukti melanggar kode etik dengan melakukan intervensi dalam penetapan suara Pemilu 2019 di Kalimantan Barat.

DKPP memutuskan Evi bersalah atas kasus berdasarkan aduan dari Hendri Makaluasc, caleg DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Partai Gerindra.

"Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu VII Evi Novida Ginting Manik selaku Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan," tulis dokumen putusan yang telah dikonfirmasi Plt Ketua DKPP Muhammad, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Evi dan beberapa anggota lainnya dianggap bertanggung jawab atas perubahan perolehan suara Dapil Kalimantan Barat 6 untuk Partai Gerindra atas nama Hendri Makaluasc dan penggelembungan suara untuk Cok Hendri Ramapon.

Selain Evi, DKPP juga memberi sanksi kepada lima Komisioner KPU RI lainnya, antara lain peringatan keras terakhir kepada Arief Budiman, Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asyari, Ilham Saputra, dan Viryan Azis.

Peringatan jugaa diberikan kepada Anggota KPU Provinsi Kalbar Ramdan, Erwin Irawan, Mujito, dan Zainab. DKPP menginstruksikan kepada KPU untuk menjalankan putusan ini tujuh hari setelah dibacakan.

Sebelumnya, Evi juga pernah menghadapi sanksi etik dalam penyelenggaraan pemiluk, ketika DKPP menyatakan Evi bersalah dalam seleksi Komisioner KPU Kolaka Timur pada 2018 lalu.

Evi juga sempat terseret kasus dugaan suap caleg DPR RI dari Partai PDIP Harun Masiku. Dalam sidang etik di DKPP, Wahyu Setiawan mengatakan ia sempat konsultasi ke Evi dan Ketua KPU Arief Budiman terkait desakan Harun. 

TAGS:
KPUpemiluDKPPBawaslu

RELATED STORIES

Loading interface...