Terduga Teroris yang Meninggal Sudah Membagi Tugas
Nasional

Terduga Teroris yang Meninggal Sudah Membagi Tugas

Minggu, 17 Jan 2016 | 06:45 | Rusmanto
WinNetNews.com - Aparat kepolisian membuat kesimpulan sementara, ada lima terduga teroris yang melakukan aksi teror di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1/2016) siang.

“Kesimpulan sementara dugaan berapa jumlah pelaku meninggal dunia dan korban. Lima terduga pelaku semua meninggal dunia,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal, Jumat (15/1/2016).

Para terduga teroris itu beraksi dengan cara membagi tugas. Aksi mereka terekam Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ledakan pertama terjadi di Starbuck Coffee pada pukul 10.40 WIB.

Lalu, berselang sekitar 20 detik kemudian ada ledakan di Pos Polisi Sarinah. Berselang lima menit setelah ledakan itu, para petugas datang ke lokasi untuk melakukan proses pengalihan arus lalu lintas. Walaupun belum diketahui ada teror.

Ingin mengetahui ada apa yang terjadi, masyarakat mendekat ke lokasi ledakan. Kemudian, terjadi penembakan yang dilakukan terduga pelaku. Mereka menembak ke arah petugas dari satuan Polisi Lalu Lintas dan seorang Provos.

Dia menjelaskan, dua orang terduga pelaku bergerak ke area parkir Starbuck. Sekitar lima sampai 10 menit, petugas bantuan sudah ada di lokasi. Terjadi adegan tembak menembak di depan Starbuck antara petugas dan pelaku.

 

Aparat kepolisian mengepung dari dua sisi. Sisi pertama di sebelah kanan ada Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Martuani, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, dan AKBP Untung. Di penjuru lainnya ada Kepala Bagian Operasi AKBP Susatyo.

Pelaku terdesak hingga akhirnya melemparkan dua kali alat peledak. Alat peledak rakitan menggunakan sumbu. Satu alat peledak mengenai mobil Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Martuani.

“Terlihat ada ledakan. Itu bukan bunuh diri, tetapi jenis granat rakitan. Dua pelaku dilumpuhkan setelah terjadi tembak menembak. Kami melumpuhkan 10 menit itu terlihat di CCTV,” kata dia.

Sementara itu, seorang lainnya diduga melakukan bom bunuh diri di Starbuck Coffee. Pihaknya mendapati mayat diduga pelaku melakukan bunuh diri. Seorang saksi berinisial A yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo menguatkan dugaan itu.

Selain keterangan saksi, dugaan terduga teroris melakukan bunuh diri setelah saat proses identifikasi jasad ditemukan luka khas di bagian perut sampai dada.

“Bukti ada saksi menjadi korban dan sudah dimintai keterangan. Diperiksa saksi hidup A. Saat ini dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo. Saksi mengaku dipeluk pelaku dengan tujuan untuk diledakkan bersama-sama,” kata dia.

“Saksi mengelak dan meloncat. Kedua ada bukti luka khas di perut sampai dada,”.

Sementara itu, dia menambahkan, dua orang terduga teroris lainnya disinyalir melakukan aksi peledakan di Pos Polisi Sarinah. Namun, sampai saat ini masih didalami apakah itu merupakan bom bunuh diri atau tidak.

disadur dari situs tribunnews

TAGS:
terorisTragedi Sarinah

RELATED STORIES

Loading interface...