Ternyata Ini Alasan Muslimah Belum Siap Berhijab

Rahma Yuni Rizqina
Rahma Yuni Rizqina

Ternyata Ini Alasan Muslimah Belum Siap Berhijab gettyimages.com

Berhijab bukan berarti tidak boleh melakukan kesalahan. Karena masyarakat banyak yang menilai wanita berhijab adalah wanita yang sempurna, baik dalam segala hal. Akibatnya banyak wanita muslim yang memutuskan belum mau memakai hijab karena takut dicap buruk oleh lingkungan social mereka. Takut dianggap berhijab hanya untuk menutupi kesalahan yang mereka lakukan.

 

gettyimages

Dari wawancara yang dilakukan dengan Founder Organisasi Majalaya Hijrah, yaitu Zacky Ali. Saya mendapatkan hasil sebagai berikut :

- Bagaimana menurut anda tentang wanita yang melepas hijabnya ketika bekerja, karena pekerjaannya menuntut dia untuk tidak berhijab ?

gettyimages

“Wanita yang melepas hijabnya ketika bekerja, karena pekerjaanya menuntut dia untuk tidak berhijab berarti wanita ini sudah melanggar aturan Allah. Karena dia rela melepas hijabnya untuk kepentingan dunia. Berarti dia termasuk orang yang mencintai dunia dan mengabaikan akhirat.

Kalau wanita itu terus istiqomah Insha Allah rejeki itu akan mudah untuk didapatkan. Tapi kita harus senantiasa dekat dengan Allah dan menjauhi perbuatan - perbuatan maksiat yang dapat menjauhi rejeki”.

- Bagaimana cara meyakinkan wanita muslim agar dia tidak takut berhijab, karena dia takut disebut berhijab tapi masih memiliki moral yang buruk ?

gettyimages

Kenapa harus takut untuk berhijab, apalagi ini wanita muslim. Nah yang pertama kita harus beriman, beriman itu bukan hanya sekedar beriman bahwa Allah itu tuhan kita, tidak. Iman itu adalah diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dilakukan dengan amal perbuatan.

Maksudnya ketika Allah memberikan aturan bahwa wanita itu harus di hijab, kita harus meyakininya dengan hati, diucapkan dengan lisan, seperti: “Oh iya dalam Al - Quran  surat ini ini Allah mengatakan seperti ini”. Dan dilakukan dengan amal perbuatan, amal perbuatannya yaitu kita harus berhijab, jadi tidak perlu takut. Berarti kalau orang yang tidak berhijab berarti dia orang yang tidak takut dengan Allah.

Nah karena dia takut dibilang berhijab tapi moralnya masih buruk. Ini ada kesalahan dalam pandangan berhijab. Seperti: “Saya takut berhijab tapi akhlaknya masih buruk, lebih baik tidak berhijab tapi akhlaknya benar”. Itu dua – duanya salah, yang benar adalah lebih baik berhijab tapi akhlaknya juga benar. Tapi meskipun berhijab tapi masih ada maksiat - maksiat itu tidak apa – apa.

Daripada tidak memakai hijab justru itu sudah mengumbar maksiat, jadi lebih baik berhijab. Nah mudah-mudahan bagi orang yang belum berhijab segera di beri hidayah, dan hidayah itu artinya petunjuk. Jadi hidayah itu bukan di tunggu tapi dengan dicari. Bagaimana carinya? Nah kita sharing - sharing, datangi kajian, dan bergaul dengan orang soleh dan solehah, dan pelajari Al - Quran dengan sungguh–sungguh”.

 

Kesimpulan Data Research

gettyimages

Dari data research tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa beberapa masyarakat masih menilai bahwa wanita berhijab harus memiliki moral yang baik. Padahal hijab dan moral adalah dua hal yang berbeda. Hijab adalah murni pernintah agama, hijab adalah suatu kewajiban bagi wanita muslim untuk menutup aurat tanpa melihat moralnya baik atau buruk.

Wanita berhijab juga dapat berteman dan bergaul dengan siapa saja. Karena dalam agama pun wanita berhijab tidak dibatasi untuk berteman dengan siapa saja, selama masih berteman dalam batasan - batasan tertentu.

Memiliki moral yang baik adalah tuntutan social, disamping itu juga agama mengajarkan untuk memiliki moral yang baik. Tapi kewajiban dalam berhijab tidak berhubungan langsung dengan akhlak dan moral seseorang.

Dari data research tersebut dapat disimpulkan, sebagian besar wanita berhijab karena sudah terbiasa dari kecil. Itu berarti, orang tua mereka sudah mengajarkan mereka untuk berhijab sedari dini. Karena hijab sendiri adalah kewajiban bagi semua wanita muslim. Dan bagi mereka yang belum mau menggunakan hijab akan mendapat dosa.

Dari data research tersebut juga, sebagian besar wanita muslim belum mau untuk berhijab karena merasa malu masih memiliki moral yang buruk. Itu artinya sebagian besar dari mereka belum memahami arti menutup aurat dalam islam. Sebagian dari mereka juga memilih untuk belum berhijab karena tutuntan pekerjaan, itu juga berarti masih ada golongan pekerjaan yang menganggap hijab dapat mengganggu aktivitas dalam bekerja.

Sebenarnya hijab sendiri tidak menghalangi suatu pekerjaan. Karena dalam agama juga telah dijelaskan, Allah tidak akan pernah menyulitkan hambanya. Tapi sekarang karena sedang maraknya penyalah gunaan hijab oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab, masih banyak wanita muslim yang takut berhijab karena takut tidak diterima dengan baik di lingkungan tempat mereka bekerja.

Seperti penyalah gunaan hijab yang dilakukan oleh para koruptor wanita, mereka menggunakan hijab untuk menjadi tameng agar kedok mereka tidak terlihat. Dan juga penyalah gunaan hijab untuk keperluan bisnis – bisnis tertentu.

Lingkungan social juga dapat mengubah pola pikir seseorang dengan sangat cepat. Yang sebelumnya seorang wanita ingin berhijab, tapi kemudian memutuskan untuk tidak jadi berhijab karena keadaan lingkungan yang belum bisa menerima-nya. Karena beberapa dari mereka takut diasingkan dari lingkungan social mereka.

Lingkungan social itu berperan penting dalam pola pikir seseorang. Jika di lingkungan social ada yang mengatakan hal buruk, maka itu akan berdampak langsung dengan pola pikir kita. Dan itu juga dapat mengganggu kondisi psikologis seseorang.

Dan dari data research tersebut juga dapat disimpulkan, sebagian besar masyarakat memilih wanita berhijab yang ada disekitar mereka memiliki moral yang seimbang antara baik dan buruk. Ini membuktikan bahwa wanita berhijab juga tetap manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan, berhijab bukan berarti sempurna dalam segala hal.

Jadi kita harus bersama-sama peduli dengan wanita muslim yang masih belum berhijab dan mungkin akan ada yang menggunakan hijab. Karena lingkungan yang dapat  membuat mereka berpikir untuk menggunakan hijab atau tidak menggunakan hijab. Jangan membuat mereka takut dengan argument-argumen yang buruk, yang membuat mereka tetap tidak menggunakan hijabnya. Padahal hijab adalah kewajiban dalam agama nya.

Dan untuk wanita muslim yang baru akan memulai untuk berhijab, jangan takut untuk berhijab karena masih merasa memiliki moral yang buruk. Berhijab adalah tanggung jawab semua wanita muslim, dan moral adalah sikap dari individu pemakai hijab tersebut. Jadi hijab dan moral tidak berhubungan satu sama lain.