Ternyata, Ini Makna Penting Lain dari Sunat!
Ilustrasi sunat/Istimewa
News

Ternyata, Ini Makna Penting Lain dari Sunat!

Minggu, 30 Jul 2017 | 23:35 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Satu hasil penelitian mengagetkan. Sebabnya, bagi lelaki yang tak sunat, menjadi penting untuk memperhatikannya. Sebuah penelitian yang dipresentasikan di International AIDS Conference minggu lalu mengungkap, bakteri pada kulup Mr. P bisa meningkatkan risiko infeksi HIV.

Tim peneliti dari George Washington University, John Hopkins University, Northern Arizona University, dan University of Toronto mengambil sample pada 186 pria heteroseksual yang tak sunat. Pria yang diambil sampelnya berasal dari Uganda. Rentang usianya 15 - 49 tahun. Semuanya berstatus HIV negatif pada awal studi.

Setelah pengambilan sampel, peneliti membiakkan bakteri yang didapatkan. Mereka fokus pada 10 strain bakteri anaerobik (jenis yang tak perlu oksigen untuk hidup).

Dalam dua tahun jangka waktu penelitian, peneliti menemukan sejumlah pria yang diambil sampelnya ternyata terinfeksi HIV. Setelah dibandingkan, ternyata pria yang terinfeksi HIV memiliki populasi bakteri lebih banyak pada kulup Mr. P. Bakteri yang dianggap meningkatkan risiko infeksi HIV adalah jenis Prevotella, Dialister, Mobiluncus, Murdochiella, dan Peptostreptococcus.

Menurut peneliti, setiap peningkatkan populasi bakteri sebesar 10 kali lipat, peningkatan risiko infeksi HIV berkisar antara 29 persen (Murdochiella) hingga 63 persen (Prevotella). Cindy Liu dari George Washington University yang memimpin riset mengatakan, bakteri kulup Mr. P meningkatkan risiko HIV karena menghasilkan senyawa cytokines.

"Cytokines berperan merekrut sel imum ke permukaan kulit dan sel imun itulah yang akhirnya diserang HIV," katanya seperti dikutip Scientific American, Sabtu (30/07/2017).

Lance Price, peneliti lain yang terlibat riset menyatakan, bakteri pada kulup Mr. P itu lewat hubungan seksual bisa berpindah pada kelamin perempuan. Menurutnya, hal itu itulah yang mengakibatkan bakteri serupa ditemukan pada perempuan yang mengalami vaginosis.

Jared Baeten dari University of Washington yang terlibat riset mengungkapkan, "Riset ini membantu menjelaskan mengapa pria yang tak disunat punya risiko lebih tinggi terinfeksi HIV."

Meski demikian, perlu penelitian lebih lanjut pada pria yang disunat sehingga hubungan sunat dan risiko HIV bisa lebih jelas. Bagi pria yang tak sunat, tindakan mengurangi risiko sebenarnya bisa dilakukan dengan membersihkan penis secara teratur untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

TAGS:
sunatPenelitihivpenelitianMr. Pkulup

RELATED STORIES

Loading interface...