Terobosan Baru, Transgender Rekontruksi Vagina dengan Kulit Ikan Nila
Sumber foto: FocusOn news
Lifestyle

Terobosan Baru, Transgender Rekontruksi Vagina dengan Kulit Ikan Nila

Jumat, 17 Mei 2019 | 10:27 | Aldina Putri Nst
Winnetnews.com -  Salah satu wanita transgender asal Brasil telah lakukan operasi rekontruksi vagina dengan menggunakan kulit ikan nila. Kabarnya, operasi tersebut menjadi yang pertama kalinya dilakukan di dunia oleh transgender.

Dikutip dari Mirror, wanita berusia 35 tahun ini bernama Maju, ia akui bahwa dirinya telah melakukan operasi penggantian kelamin pada tahun 1999 lalu. Akan tetapi operasi tersebut tidak berjalan lancer atau dinyatakan gagal karena vaginanya mulai menyusut dan menutup.

“Tapi sepuluh tahun yang lalu saya mengalami stenosis vagina. Pembukaan vagina saya mulai menjadi lebih sempit dan lebih pendek,” ungkap wanita tersebut.

Karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut, ia mengaku bahwa dirinya menghindari hubungan seksual selama 12 tahun.

Seakan tak patah semangat, Maju akhirnya menemukan sebuah prosedur yang telah dilakukan oleh Profesor Leonardo Bezzerra selaku professor ginekologi dari Universitas Federal Ceara (UFC) di Fortazela. Sebelumnya, prosedur tersebut belum pernah diterapkan untuk mencipatakan vagina baru bagi wanita yang mengalami agenesis vagina.

image0

Profesor Leonardo Bezzerra, Sumber foto: FocusOn News

Akhirnya wanita tersebut memutuskan untuk menjalani prosedur tersebut yang disebut sebagai neovaginoplasty, dimana proses penggantian kelamin tersebut menggunakan dua cetakan yang berbentuk tabung dari kulit nila. Proses yang harus dijalani wanita tersebut antara lain, cetakan pertama dengan membran lalu dimasukkan ke dalam vagina selama enam hari lamanya.

Sebelum dimasukkan ke dalam tubuh pasien, kulit ikan nila tersebut dibersihkan dan dihilangkan terlebih dahulu baunya. Faktanya, kulit ikan mengandung kolagen tipe 1, yaitu zat yang berguna untuk meningkatkan penyembuhan dan kekencangan beserta elastisitas yang sama seperti kulit manusia.

image1

Kulit ikan nila, Sumber foto: FocusOn News

Kemudian, selaput ikan nila tersebut ditempel untuk melapisi ulang dinding saluran vagina. Setelah menempe, selaput tersebut akan berubah menjadi jaringan seluler yang sangat mirip dengan vagina yang sebenarnya.

Setelah cetakan pertama selesai, masuk ke tahap cetakan kedua yang terbut dari silicon dan dibentuk agar mirip seperti tampon besar, cetakan tersebut dirancang untuk ditempatkan ke dalam vagina dalam waktu enam bulan agar dinding vagina tidak tertutup.

image2

Kulit ikan nila dibersihkan terlebih dahulu, Sumber foto: FocusOn News

“Kami dapat membuat vagina dengan panjang fisiologis, baik dalam ketebalan maupun dengan memperbesarnya, dan pasien telah pulih dengan sangat baik,” ujar Profesor Beserra kepada FocusOn News.

Proses rekontruksi ini pun banyak dipuji sebagai terobosan dalam pembedahan ginekologi.

Wanita transgender tersebut pun akui bahwa dirinya sangat puas dengan hasil operasi tersebut setelah tiga minggu jalani perawatan.

“Saya benar-benar senang dengan hasilnya,” ungkap Maju, wanita transgender.

 

TAGS:
transgendervaginaoperasi

RELATED STORIES

Loading interface...