Terungkap! Beginilah Kondisi Otak Manusia Ketika Ingin Bunuh Diri
Ilustrasi: Business Insider
Wellness

Terungkap! Beginilah Kondisi Otak Manusia Ketika Ingin Bunuh Diri

Minggu, 8 Des 2019 | 20:28 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Setiap tahun, tercatat ada sebanyak 800.000 kasus orang meninggal karena bunuh diri di berbagai belahan dunia. Bunuh diri merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia nomor dua, dengan rentang usia 15 sampai 29 tahun. Melihat ini, para peneliti akhirnya terdorong untuk melakukan sebuah penelitian.

Setelah dilakukan penelitian selama dua dekade, ditemukan fakta bahwa manusia memiliki dua jaringan otak yang dapat memicu dan meningkatkan resiko seseorang untuk bunuh diri.

“Bayangkan kita punya penyakit yang bisa menewaskan hampir satu juta orang per tahunnya, bahkan sebagian dari mereka masih cenderung muda, yakni di bawah usia 30 tahun. Kita harus meneliti apa yang menjadi penyebab sebenarnya,” kata dr. Anne Laura van Harmelen.

Dilansir dari Daily Mail, dalam penelitian yang dilakukan oleh dr. Anne dan timnya dari Universitas Cambridge, para peneliti melakukan pengamatan terhadap perubahan struktur dan funsgi otak dari 12.000 orang peserta yang dilibatkan. Hasilnya ditemukan bahwa dua jaringan yang mendukung seseorang untuk mengakhiri hidupnya.

image0
Ilustrasi: Medium

Jaringan pertama menghubungkan area otak frontal atau bagian depan. Bagian ini disebut dengan media prefrontal cortex ventral dan lateral, befungsi untuk mengatur emosi. Ketika jaringan ini mengalami perubahan, maka pikiran negatif akan secara massif terbentuk.

Jaringan kedua berfungsi untuk menghubungkan korteks prefrontal dorsal dan sistem girus frontal inferior. Bagian ini memiliki peran untuk mengambil keputusan dan mengendalikan perliaku. Jika jaringan ini mengalami perubahan, maka akan mempengaruhi seseorang untuk bunuh diri.

“Dengan adanya penelitian ini, kamu berharap bahwa kami bisa menemukan cara baru dan lebih baik untuk mengurangi angka dan risiko bunuh diri,” kata salag satu profesor dari Yale School of Medicine Amerika Serikat, Prof. Hilary Blumberg.

Peneliti lainnya, Dr. Lianne Schmaal dari University of Melbourne di Australia, juga berharap jika penelitian ini bisa membantu tim medis untuk mengidentifikasi lebih awal para penderita depresi dan mencegah terjadinya kasus bunuh diri.

TAGS:
kesehatan mentalgangguan mentalorang bunuh diribunuh dirikondisi kejiwaanisi otak orang yang ingin bunuh diridepresi

RELATED STORIES

Loading interface...