Tiga Momen Tak Terlupakan dari Final Indonesia Masters 2019
Foto: okezone
Badminton

Tiga Momen Tak Terlupakan dari Final Indonesia Masters 2019

Senin, 28 Jan 2019 | 09:10 | Daniel

Winnetnews.com - Gelaran turnamen Indonesia Masters 2019 telah berakhir. Selama sepekan pebulu tangkis kelas dunia berjibaku untuk menjadi yang terbaik di Istora Senayan. Indonesia membawa pulang satu gelar dari nomor ganda putra yang dipersembahkan pasangan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.

Sejatinya Indonesia menempatkan tiga wakil di babak final Indonesia Masters 2019. Selain Marcus /Kevin, Merah Putih menempatkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang juga lolos ke final. Lalu ada duet ganda campuran legendaris Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Seperti biasa, Istora selalu menggelora. Istora pula yang jadi saksi bisu beberapa momen yang tak terlupakan yang terjadi pada gelaran Indonesia Masters tahun ini. Berikut ini adalah tiga momen tersebut.

  1. Anders Antonsen Menggila

    image0


    Siapa sangka seorang Kento Momota, unggulan pertama di Indonesia Masters 2019, bisa dibuat kewalahan menghadapi pemain berperingkat 20 dunia Anders Antonsen. Apalagi dalam perjalanannya ke babak final, Momota bagaikan tanpa meneteskan keringat sama sekali.

    Masih segar dalam ingatan ketika Momota seperti mengajarkan bagaimana caranya bermain tepok bulu yang baik saat menghadapi pemain Indonesia Anthony Sinisuka Ginting. Andalan Indonesia tersebut dibuat pontang-panting di lapangan, tak berdaya.

    Namun cerita berbeda terjadi ketika Momota berhadapan dengan Antonsen. Entah apakah beban karena diunggulkan, permainannya bak tak keluar sepenuhnya. Antonsen yang memang tak diunggulkan di laga itu bermain nothing to lose, membuat seisi Istora bergemuruh karena kagum dengan aksinya. Antonsen akhirnya menang dan merebut gelar juara di nomor tunggal putra.

  2. Carolina Marin Cedera

    image1


    Seisi Istora Senayan yang biasanya begitu bergemuruh dan militan dalam mendukung pebulu tangkis yang sedang bermain dibuat senyap seketika. Beberapa pekikan ngeri dari penonton terdengar di penjuru Istora.

    Hal itu terjadi ketika Carolina Marin dan Saina Nehwal tengah bertanding. Pada saat kedudukan 10-4 untuk keunggulan Marin, pemain asal Spanyol yang mencoba melakukan jump smash mendarat tak sempurna.

    Alhasil lutut kaki kanannya mengalami cedera dan ia harus tersungkur di lapangan. Marin sempat melanjutkan permainan, namun cedera memaksanya untuk berhenti dan mundur dari laga. Isak tangis dari Marin membuat suasana Istora menjadi haru. Tepukkan tangan mengiringi Marin keluar dari lapangan.
     
  3. Perpisahan Liliyana Natsir

    image2


    Klimaks dari turnamen Indonesia Masters 2019 yakni ketika Liliyana Natsir menyatakan pensiun setelah turnamen berakhir. Pemain yang akrab disapa Butet menyampaikan pidato perpisahan dengan penuh haru, matanya berkaca-kaca menahan tangis.

    Seluruh penonton di Istora tak henti-hentinya bertepuk tangan untuk pemain yang pernah menjadi juara Olimpiade tersebut. Satu momen yang paling mengharukan mungkin adalah ketika ada seorang penonton yang berteriak keras sekali “Butet I Love You!”

    Teriakan tersebut lantas disambut oleh penonton dan Butet dengan lambaian tangan dan ucapan “I Love you too,” Penghargaan setinggi-tingginya diberikan oleh seisi Istora yang dihadiri juga oleh para pebulutangkis legendaris Indonesia seperti Nova Widianto dan Vita Marissa, lalu ada juga Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang juga memberikan apresiasi untuk Butet.

    Seusai laga melawan ganda campuran China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, Liliyana memberikan cenderamata berupa jerseynya kepada Yaqiong yang lalu disambut dengan pelukan hangat. Tidak mau ketinggalan, Zheng juga memeluk Liliyana untuk terakhir kali di lapangan sebagai seorang atlet bulutangkis.

    Terima kasih atas jasa-jasa mu, Liliyana Natsir!
TAGS:
Indonesia Masters 2019badminton IndonesiaLiliyana NatsirBulutangkis

RELATED STORIES

Loading interface...