Toxic Positivity: Kalimat ‘Berbahaya’ untuk Diujarkan Kepada orang Depresi
Ilustrasi: SOS Safety Magazine
Wellness

Toxic Positivity: Kalimat ‘Berbahaya’ untuk Diujarkan Kepada orang Depresi

Sabtu, 9 Nov 2019 | 15:30 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Istilah toxic positivity merupakan gambran dari kata-kata atau dorongan pada orang lain agar berpikir positif namun ternyata malah menimbulkan dampak buruk bagi orang yang menerima dorongan tersebut. Dampak dari kondisi ini bahkan bisa memperburuk kondisi psikis orang yang baru mengalami masalah tersebut.

Kata-kata toxic positivity contohnya seperti ‘berpikir positif sajalah!’ atau ‘udah lah biasa aja kali!’ dan lainnya. Psikolog dari Personal Growth Veronica Adesla mengatakan bahwa kalimat-kalimat tersebut bisa memperburuk kesejahteraan psikologis orang tersebut.

“Kondisi tersebut membuat seseorang berpikir bahwa kondisi personalnya diremehkan, perasaannya tidak diterima, ia merasa bahwa emosi tersebut tidak seharusnya dirasakan, tidak harusnya ia mengeluh, dan merasa bersalah karena telah berkeluh-kesah kepada orang lain,” kata Vero, dikutip dari Detik Health.

“Padahal setiap orang kan memiliki emosi negatif yang wajar muncul dan dirasakan ketika mengalami persoalan yang membuatnya tidak nyaman atau tidak menyenangkan,” tambahnya.

Vero mengatakan bahwa ketika bercerita kita memang harus hati-hati karena berpotensi memperburuk keadaan jika respon yang didapat tidak sesuai. Kebanyakan respon buruk contohnya adalah himbauan untuk berpikir positif atau membandingkan persoalan dan masalah miliknya dengan orang lain. Beberapa pendengar yang keliru juga akan cenderung mengatakan bahwa orang yang tertimpa masalah tersebut tidak bersyukur atas kondisinya.

TAGS:
kesehatan mentaltoxic positivitygangguan mentaldepresibanyak pikiranbanyak masalah

RELATED STORIES

Loading interface...