Trump Berulah di Pertemuan G7, Suasana Ramah Jadi Tegang
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) tengah berjabat tangan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) dalam satu momen. (Foto: The New York Times)
Internasional

Trump Berulah di Pertemuan G7, Suasana Ramah Jadi Tegang

Selasa, 27 Agt 2019 | 09:22 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Suasana makan malam pada pertemuan G7 di Biarritz, Perancis mendadak tegang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berulah. Pasalnya, Trump meminta Rusia dimasukkan kembali dalam keikutsertaannya di G7.

Sebagai gambaran, Rusia pernah menjadi bagian dari G8, namun pada tahun 2014, Rusia terpaksa dikeluarkan karena konflik Cirmea, Ukraina. Salah satu peserta mengungkapkan kepada media lokal, seperti dikutip beritasatu.com, usulan Trump disambut baik oleh Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte.

Conte yang diprediksi bakal mundur dari jabatannya disinyalir tengah mendekati Rusia demi mengamankan pendanaan untuk partainya. Sementara, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, berusaha bersikap netral.

Hal berbeda justru diungkapkan pemimpin negara lainnya yang tergabung dalam G7. Boris Johnson (Inggris), Angela Merkel (Jerman), Justin Trudeau (Kanada), Emmanuel Macron (Perancis), dan Donald Tuskl (Uni Eropa) tegas menolak usulan trump tersebut.

Salah satu peserta mengungkapkan, G7 adalah persaudaraan, komunitas sejumlah negara demokrasi liberal dan Rusia bukanl negara liberal, sehingga tidak pantas masuk G7.

Di tengah-tengah ketegangan AS dan Iran, Presiden Macron justru mengundang menteri luar negeri Iran Mohammad Javad Zarif ke pertemuan membahas isu ketegangan nuklir di Timur Tengah. Trump menanggapi pertemuan Prancis-Iran sebagai hal yang tidak perlu.

"Kami akan mengatur pertemuan sendiri," ujar Trump.

TAGS:
pertemuan G7Presiden Amerika SerikatDonald TrumpRusia

RELATED STORIES

Loading interface...