Trump Tersandung Skandal, DPR AS Mulai Proses Pemakzulan
Foto: AFP/NTB scanpix via dagsavisen.no
Internasional

Trump Tersandung Skandal, DPR AS Mulai Proses Pemakzulan

Rabu, 25 Sep 2019 | 15:25 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Dewan perwakilan Amerika Serikat dikabarkan akan memulai proses pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. Rencana ini timbul ke permukaan mengikuti dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Trump untuk menghalangi bakal calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Trump disebut meminta Presiden Ukraina menyelediki dugaan korupsi Hunter Biden, putra dari salah satu rival utama Trump dalam pemilihan presiden 2020 mendatang, Joe Biden.

Dewan Perwakilan telah menyetujui usulan penyelidikan untuk memakzulkan Trump ini pada Selasa (24/9) kemarin setelah melalui proses pemungutan suara. Ada 170 dari 235 anggota DPR AS mendukung upaya pemakzulan terhadap Trump.

“Perbuatan yang dilakukan Trump memperlihatkan dia tidak jujur dan mengkhianati sumpah jabatan, keamanan nasional, dan integritas pemilihan umum kita,” kata ketua DPR AS, Nancy Pelosi, sebagaimana dikutip CNN Indonesia dari AFP, Rabu (25/9).

"Maka dari itu, saya mengumumkan Dewan Perwakilan akan melakukan penyelidikan resmi untuk proses pemakzulan," lanjut Nancy.

Skandal ini mulai terkuak berkat laporan seorang agen intelijen pada Agustus lalu kepada Direktur Badan Pusat Antiterorisme Nasional, Joseph Maguere. Dia melaporkan hasil sadapan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada 25 Juli.

Dalam laporan tersebut, Trump disebut mendesak Zelensky agar menyelidiki kasus korupsi yang diduga dilakukan Hunter saat menjadi anggota komisaris perusahaan energi Ukraina, Burisma. Namun, Trump tidak mempunyai bukti awal yang memperkuat dugaannya.

The Guardian mencatat, isi laporan itu menyatakan Trump mengontak Zelensky sebanyak 8 kali dan memintanya untuk membuka penyelidikan dugaan korupsi terhadap Hunter Biden. Dewan sudah menegur Gedung Putih terkait isu tersebut, namun mereka menolak berkomentar.

Trump sendiri mengakui bahwa memang benar ia pernah membahas soal Biden dengan Zelensky melalui sambungan telepon. Namun, dia membantah menekan Zelensky untuk mengabulkan permintaannya dengan ancaman. Kini Trump justru mempertanyakan tentang siapa pengadu terkait persoalan ini. Dia juga curiga dengan motif sang pengadu membuat laporan tersebut. Trump meminta agar DPR membeberkan identitas agen tersebut. Namun ketua DPR menentangnya.

TAGS:
Donald TrumpSkandalHunter BidenJoe BidenPresiden Ukraina

RELATED STORIES

Loading interface...