Udah tau Finsta? Begini 7 cara mengetahui sebuah Instagram Asli atau Palsu

Oky
Oky

Udah tau Finsta? Begini 7 cara mengetahui sebuah Instagram Asli atau Palsu Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Media sosial kini sudah menjadi ‘addict’ bagi penggunanya di berbagai penjuru dunia. Dengan persebaran informasi yang cepat dan jaringan yang luas, membuat media sosial hampir digunakan oleh seluruh manusia di dunia. Bahkan, ada yang memakai lebih dari satu akun untuk setiap media sosial. Sudah pernah mendengar istilah Finsta? 

Finsta adalah singkatan dari Fake + Instagram = Finstagram = Finsta. Lawan kata dari finsta adalah rinsta yaitu real instagram account. Asal muasal para remaja memiliki finsta sebenarnya karena Instagram sendiri memberikan fitur multiple accounts. Setiap orang berbeda-beda dalam memanfaatkan fitur ini. Tidak semua orang bisa melihat apa yang diunggah di fake account. Nama akun antara finsta dan rinsta juga biasanya berbeda jauh. Mengapa? Supaya tidak dapat diakses oleh sembarang orang. Isi dari finsta sebenarnya adalah sisi lain si pemilik akun.

Gambar random, ekspresi wajah yang ‘apa adanya’, curhatan yang hanya ingin dilihat oleh teman dekat. Sayangnya, tanpa disadari, terkadang keberadaan akun Instagram palsu yang dimiliki melatih seseorang untuk tidak menerima realita dan diri apa adanya.

Menurut studi yang dijalankan oleh perusahaan riset Ghost Data, 95 juta dari 1 miliar akun di Instagram adalah palsu belaka. 95 juta akun palsu itu bisa saja disalahgunakan untuk menebar hoaks dan berita palsu, hate speech, dan propaganda politik.

Ghost Data mengestimasikan, persentase pengguna Instagram yang sifatnya bot atau palsu meningkat 9.5 persen tahun ini, sedangkan pada 2015 sebanyak 7,9 persen dari total akun.

Pada 2015, Instagram memiliki 300 juta pengguna. Saat itu juga, platform besutan Kevin Systrom tersebut membersihkan jutaan akun palsu per Desember 2014. Dalam menyelenggarakan riset yang dimaksud, Ghost Data menggunakan 20.000 bot guna mengidentifikasi karakteristik akun-akun di Instagram.

Lembaga riset ini menemukan bahwa akun palsu cenderung mengikuti banyak akun Instagram populer, tetapi mengunggah foto yang didapatkan dari situs web lain.

Tentunya penyalahgunaan akun ini sangat merugikan banyak orang. Beberapa orang yang identitasnya digunakan untuk akun palsu “diserang” dengan orang yang tidak kenal. Mereka mengirimkan pesan terhadap korban seakan-akan mereka kenal satu sama lain. Padahal, mereka tidak kenal satu sama lain.

Hal ini sangat meresahkan para instagram user, karena mereka merasa “terganggu” dengan orang yang tidak di kenal tersebut.

Choirunnisa Salsabiela – 18, Korban penyalahgunaan akun di instagram. Ia merasa sangat dirugikan oleh akun palsu yang mengatasnamakan dirinya. Beberapa kali fotonya digunakan akun palsu untuk merusak reputasi dirinya. Hingga suatu hari seseorang mengirim pesan kepadanya “Jahat lo udah mutusin D****”. Tentunya hal ini sangat mengganggu orang. Padahal CS tidak sama sekali mengenali orang tersebut. Namun karena adanya akun palsu yang mengatasnamakan dirinya, Ia pun di “serang” oleh seseorang yang dia tidak kenal. 

Tak hanya sekali, Kedua kalinya sebuah akun palsu lagi-lagi menggunakan identitasnya. Akun palsu tersebut bertujuan untuk tindakan menipu. Akun tersebut menipu beberapa orang yang kenal dengan CS. Dengan cara mengirimi pesan kepada korban dengan kalimat “F***... Ini gue nisa. Ini second account gue. Boleh gak gue minjem uang lo? 2.000.000 Besok gue ganti kok.. beneran”.

Lalu korban mengirimkan uangnya sebesar 2.000.000 tanpa mengetahui bahwa itu benar-benar nisa atau bukan. Seminggu kemudian, Korbanpun mengirimkan pesan kepada nisa  via Line “Nis..  bisa tolong transferin uang gue yang lo pinjem waktu itu?” Lalu CS pun bingung karena dia merasa tidak sama sekali pernah meminjam uang kepada temannya. Karena selama ini CS selalu meminta uang kepada orang tuanya dan tidak pernah meminjam kepada teman. Hingga akhirnya korban mengirimkan screenshot akun palsu tersebut kepada CS. “Gue gapernah punya akun selain akun gue yang @chrinnsa” tuturnya.

Lalu korban dari penipuan tersebut sangat merasa rugi. Uang sebesar 2.000.000 hilang begitu saja dengan orang yang tidak ia kenali.  Berikut adalah akun asli dan akun palsu Choirunnisa Salsabiela:

Kanan (Akun Palsu) - Kiri (Akun Asli)

Tak hanya untuk menipu, tetapi akun palsu juga bisa digunakan sebagai “hate speech”. Banyak sekali akun palsu yang melakukan hate speech kepada influencer atau non influencer. Seperti contohnya melakukan body shaming terhadap seseorang melalui akun palsu atau kolom komentar di instagram.

Banyak sekali akun haters juga di instagram, akun haters tersebut juga dapat dikatakan sebagai “akun palsu” karena akun tersebut tidak menunjukkan identitas aslinya (orang yang memiliki akun instagram tersebut). Banyak juga artis di indonesia yang reputasinya dibuat buruk oleh akun-akun palsu tersebut.

Seperti contohnya, Akun palsu Nagita Slavina Haters yang ada di instagram. Tujuan haters untuk membuat akun tersebut adalah menghasut masyarakat untuk melakukan body shaming terhadap Nagita Slavina. Sehingga, masyarakat yang follow akun haters nagita tersebut ikut membenci lalu berkomentar negatif di instagram asli nagita yaitu @RaffiNagita1717. Berikut adalah contoh akun haters dan komentar haters di instagram terhadap Nagita Slavina:

Lalu bagaimana cara mengetahui sebuah akun instagram asli atau palsu?

  1. Identifikasi Spammer

    Salah satu tanda bahwa akun itu palsu yang paling mudah dikenali adalah dengan cara melihat komennya. Jika komen-komennya selalu mengulang pesan dan foto yang sama, serta link ke sebuah website, maka bisa disinyalir itu adalah akun palsu. Banyak sekali bentuk komen yang mereka berikan. Ada yang mengundang dengan iming-iming hadiah dan ada pula yang menawarkan barang dari sebuah toko. Untuk masalah fake account toko, selalu cek dahulu terkait masalah transfernya.
  2. Tag yang tidak jelas

    Kamu bisa mengecek tag-nya dan lihat apakah ada kecenderungan kesamaan di tiap tag yang dia lakukan. Fake account bisa men-tag kamu atau menyebutmu di komen untuk mendapatkan perhatian. Bagi mereka yang men-tag hal tidak jelas seperti itu, tetap perhatikan komen mereka apakah selalu sama atau tidak.
  3. Lihat tanda “verified” untuk akun selebriti

    Banyak akun yang menamakan dirinya dengan nama selebriti. Paling mudah mengetahui apakah itu benar akun asli atau tidak adalah dengan melihat adanya tanda centang biru di samping kanan nama akun. Jika di situ terdapat centang biru, maka sudah pasti aman. Tetapi jika tidak, waspadalah.
  4. Gunakan Aplikasi

    Tidak sedikit aplikasi yang mampu mengenali akun palsu IG. Kamu bisa mencarinya di Google Play atau di iStore. Aplikasi tersebut akan melakukan scanning terhadap follower-mu dan melihat akun mana yang tidak aktif. Namun, beberapa aplikasi itu sendiri merupakan scammer jadi kamu perlu memilihnya dengan hati-hati.
  5. Melihat  Jumlah

    Langsung saja nih, yang pertama adalah melihat tipe akunnya dan yang kedua adalah melihat aktifitasnya. Hasil sebuah studi menunjukkan akun palsu hanya memliki kegiatan mem-posting enam publikasi. Sedangkan 29 persen di antaranya tidak memiliki data lengkap seperti profile picture, biografi, nama lengkap, e-mail atau alamat.
  6. Gunakan reverse image di Google

    Untuk akun-akun yang memiliki gambar-gambar tidak masuk akal, kamu bisa mencoba untuk mencarinya di reverse.photos untuk melihat siapa yang meng-upload-nya pertama kali. Adapun gambar-gambar tidak jelas itu ditandai dengan berganti-gantinya profile picture dengan orang yang berbeda atau seseorang yang sangat atraktif.
  7. Lihat kejanggalan yang lain

    Kamu juga bisa melihat adanya similaritas di antara komentar-komentar yang dibuat akun tersebut. Sebagai contoh adalah follow me atau I’ll follow back. Jumlah following yang terlampau banyak ketimbang follower-nya serta tidak memiliki akun di sosial media yang lain. Selain itu juga banyak like, tapi tidak ada komentar juga merupakan indikasi akun palsu. 

Media sosial pada dasarnya digunakan untuk bebas ber-opini. Kemudahan orang untuk membuat fake instagram tentu menimbulkan hal-hal yang negatif. Menggunakan identitas orang lain untuk menjatuhkan reputasi seseorang, hate speech, penebaran hoax & propaganda politik.

Sejauh ini hal itulah yang menjadi penanda akun-akun palsu Instagram. Kalau kamu menemui tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera dilaporkan atau kamu block agar tidak mengganggu.

 

 

Ditulis oleh Atika Dwi Azura

Mahasiswi London School of Public Relations