Upaya Huawei Pasarkan Teknologi 5G, China Tebar Ancaman Jika Diintervensi
Huawei Technologies tengah berupaya memasarkan proyek teknologi 5G yang mendapat banyak penolakan. [Foto: BBC.com]
Technology

Upaya Huawei Pasarkan Teknologi 5G, China Tebar Ancaman Jika Diintervensi

Selasa, 17 Des 2019 | 11:09 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Duta Besar China menuai ancaman pada Jerman jika proyek teknologi 5G Huawei Technologies ditolak. Pasalnya, Huawei kini tengah berperang melawan pasar internasional dalam proyek teknologi 5G yang sebelumnya sudah mendapat penolakan di Amerika Serikat (AS).

"Jika Jerman mengambil keputusan yang mengarah pada mengintervensi Huawei dari pasar Jerman, akan ada konsekuensinya," kata Duta Besar China Wu Ken, seperti dikutip CNBCIndonesia.com dari The Strait Times, Senin (16/12).

"Pemerintah China tidak akan berpangku tangan,” sambungnya.

Wu Ken menambahkan Huawei tidak memiliki kewajiban secara hukum untuk memberikan data kepada pemerintah China.

Meski tak menyebutkan apa balasannya, Duta Besar China mengingatkan soal masa depan mobil China. Tahun lalu ada 28 juta mobil China di mana seperempatnya produksi Jerman.

"Apakah suatu hari kita akan mengatakan mobil Jerman tidak aman?" ujarnya.

Belakang banyak anggota parlemen dari koalisi pemerintahan Kanselir Angela Merkel yang menentang kehadiran Huawei dalam proyek 5G. Mereka sedang menggagas soal Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan memberlakukan larangan luar terhadap vendor 5G yang 'tidak dapat dipercaya".

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengingatkan para sekutunya akan risiko besar jika menggunakan perangkat 5G dari Huawei. Bentuknya ancaman keamanan nasional karena perangkat Huawei bisa digunakan untuk memata-matai negara.

Ancaman yang lain yang diberikan AS ke Jerman jika menggunakan perangkat Huawei adalah tidak akan ada pertukaran data intelligence.

Huawei sendiri sudah berulang kami membantah tudingan tersebut dan mencoba meyakinkan calon penggunannya dengan menyatakan Huawei tidak akan memberikan data sedikitpun pada pemerintah China. [cnbc]

TAGS:
Teknologi 5GHuawei TechnologiesChinaJermanancamanKanselir Angela MerkelWu Ken

RELATED STORIES

Loading interface...