Viral, Ribuan Kucing dan Anjing Dibantai oleh Pemerintah AS

Aldina Putri Nst
Aldina Putri Nst

Viral, Ribuan Kucing dan Anjing Dibantai oleh Pemerintah AS Sumber foto: Pixabay

Winnetnews.com - Laporan hasil dari sebuah investigasi terhadap Laboratorium Departemen Pertanian AS (USDA) membenarkan bahwa ternyata pemerintah AS telah terbukti membeli ratusan kucing dan anjing hanya untuk dijadikan sebagai makanan anak-anak kucing. USDA yang berada di Maryland ini melakukan sebuah penilitian “tidak berguna” dengan menjadikan ribuan anjing dan kucing sebagai bahan untuk proyek penelitiannya.

Salah satu yang dilakukan USDA di dalam penelitiannya adalah memberikan otak kucing kepada anak-anak kucing yang masih sehat serta memberikan suntikan hati dan lidah kucing kepada tikus.

Laporan ini juga memberikan rincian mengenai bagaimana USDA melakukan transaksi pembelian hewan tersebut dari pasar daging dan tempat-tempat yang biasa digunakan untuk percobaan toksoplasmosis. Toksoplasmosis ini dikenal sebagai penyakit yang timbul akibat terjadinya infeksi parasit.


Sumber foto: Pixabay

Di dalam laporan yang berjudul “USDA KITTEN CANNIBALISM”, USDA melakukan tindakan tersebut agar kucing-kucing yang sehat tersebut tertular dengan penyakit tersebut. Setelah mereka menanam parasit tersebut didalam tubuh kucing, dalam waktu beberapa minggu kemudian mereka membunuh serta membakar hewan-hewan tersebut.

Ternyata penelitian yang dilakukan oleh USDA ini telah menerima dana sebesar 650 ribu dolar AS setiap tahunnya melalui uang pajak masyarakat AS. Penilitian ini telah dilakukan USDA sejak tahun 1982 dengan kurang lebih memiliki 3.000 kucing yang mereka bunuh untuk penelitian kontroversial ini.


Sumber foto: Pixabay

Dengan hasil laporan yang telah diterima, ternyata banyak anggota Kongres AS yang sangat menentang riset yang dilakukan USDA terhadap kucing dan anjing ini. Beberapa Kongres AS juga meminta agak praktik ini segera dihentikan.

“Keputusan USDA untuk membantai anak-anak kucing setelah mereka digunakan dalam penelitian adalah praktik kuno dan perlakuan buruk, dan kita harus mengakhirinya,” tegas Senator Jeff Merkley, anggota Kongres AS, saat diwawancari di NBC News.