Virus Corona Merebak di Eropa, Luka Jovic Malah 'Kabur' ke Serbia
Foto: Foot Mercato
Sport

Virus Corona Merebak di Eropa, Luka Jovic Malah 'Kabur' ke Serbia

Jumat, 20 Mar 2020 | 10:13 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Wabah pandemik virus corona semakin ganas di lebih dari 150 negara. Bahkan di negara Eropa yang segala sistem perekonomian maju pun tak luput dari COVID-19 ini, salah satunya Spanyol.

Melirik ke dalam dunia persepakbolaan di Spanyol, salah satu klub tersohor di ibu kota, Real Madrid juga turut mengisolasi para pemainnya. Hal tersebut merupakan dampak dari persebaran virus corona ke sejumlah pemain sepak bola kelas dunia.

Namun di Real Madrid yang kini lebih memilih ‘diam di Madrid’, ada satu pemain yang menghiraukan anjuran otoritas Spanyol, yakni Luka Jovic memutuskan mudik ke kampong halamannya, Serbia. Sontak hal tersebut membuat Perdana Menteri (PM) Serbia meradang.

Mengutip Detik.com, penyerang Madrid itu kabarnya terbang dari ibukota Spanyol itu ke Serbia untuk merayakan ulang tahun kekasihnya, Sofia Milosevic, pada 18 Maret 2020. Tindakannya tersebut dilakukan pada saat Los Blancos mewajibkan para pemainnya mengisolasi diri di tengah ancaman virus corona.

Sejak Kamis (12/3), seluruh skuat Madrid memang harus dikarantina dan dirumahkan selama 15 hari ke depan. Hal ini menyusul salah satu pemain basket Real Madrid Basketball, yang punya tempat berlatih sama dengan tim sepakbola, positif mengidap virus corona.

Daily Mail mengklaim jika Jovic mengantongi izin khusus untuk pulang kampung ke Belgrade, Serbia, dengan alasan medis. Pemain 22 tahun itu terbang menggunakan pesawat pribadi pada akhir pekan lalu.

Tindakannya untuk kembali dari Spanyol ke Serbia ternyata juga melanggar kebijakan negara asalnya itu. Pemerintah Serbia rupanya melarang warga negaranya yang bekerja di negara-negara dengan kasus virus corona tinggi untuk pulang kampung dalam waktu dekat.

Spanyol sendiri terhitung sebagai negara dengan tingkat kematian tertinggi keempat di dunia akibat virus corona. Sampai saat ini, tercatat 803 pasien meninggal dunia di Negeri Matador tersebut.

Tindakan Jovic dan para bintang Serbia lainnya yang memutuskan pulang kampung ke negeri asalnya itu mendapat kritikan tajam dari Perdana Menteri Serbia, Ana Brnabic. Menurutnya, hal tersebut merupakan contoh negatif karena telah mengabaikan kewajiban yang telah ditetapkan.

"Kami memiliki contoh negatif dari bintang-bintang sepakbola kami yang berpenghasilan jutaan, tetapi mengabaikan kewajiban untuk mengisolasi diri sehingga mereka bisa kembali ke kampung halamannya," ujar Brnabic seperti dilansir Daily Mail.

TAGS:
Real MadridLuka JovicSpanyolSerbiakaburvirus corona

RELATED STORIES

Loading interface...