Waktu untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari Loh

Muchdi
Muchdi

Waktu untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari Loh ilustrasi minum kopi ( Photo internet )
Winnetnews.com -  Banyak orang menilai jika minum kopi di pagi hari adalah waktu yang tepat. Namun, sebuah penelitian yang baru dilakukan menunjukkan minum kopi di pagi hari tidak selalu membuat Anda lebih produktif.

Seperti dikutip dari situs Liputan6 dari laman globalnews.ca, Sabtu (4/5/2019), menurut laporan baru oleh Angkatan Darat Amerika Serikat yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research, para ilmuwan menyatakan bahwa jika hal ini dilakukan akan menyebabkan hal tak diinginkan oleh tubuh.

"Kami menemukan kapan dan berapa banyak kafein yang harus dikonsumsi" kata penulis riset, peneliti senior Jaques Reifman dalam sebuah pernyataan.

Ketika Anda minum kopi setelah bangun tidur, Anda memang bisa menjadi lebih cepat sadar, namun efek tersebut akan segera menghilang beberapa jam kemudian.

Waktu yang terpat untuk mengkonsumsi kopi agar efeknya optimal adalah sekitar empat jam setelah bangun tidur atau pada saat siang hari.

Pada jam-jam tersebut tubuh Anda memiliki level kortisol yang rendah sehingga mengantuk. Oleh karena itulah, kopi bisa menjadi penolong pada waktu tersebut.

Takaran Kopi yang Tepat

Akan tetapi, tak semua ahli sependapat dengan teori tersebut. Nutrisionis Melanie Dellinges menyatakan bahwa yang menjadi persoalan bukanlah waktu minum kopi, melainkan takarannya.

Minum kopi dalam porsi yang cukup banyak atau sering akan membawa pengaruh besar bagi kesadaran Anda. Namun demikian, ia menyarankan agar Anda membatasi konsumsi kopi maksimal dua kali dalam sehari.

Dampak Terlalu Banyak Minum Kopi

National Institute of Mental Health merekomendasikan orang yang menderita gangguan kecemasan untuk menghindari kafein. Bukan tanpa alasan tetapi terlalu banyak minum kopi dapat memperparah efek cemas.

Kafein memang bisa mempercepat aktivitas usus besar, namun kafein juga tampaknya merangsang gerakan usus dengan meningkatkan peristaltik, kontraksi yang memindahkan makanan melalui saluran pencernaan.

Karena itu, tak heran jika dosis besar kafein dapat menyebabkan buang air besar, atau bahkan diare bagi yang tak terbiasa.

Kafein tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada kebanyakan orang. Telah terbukti bisa meningkatkan tekanan darah karena efek stimulasi pada sistem saraf.

Tekanan darah tersebut meningkatkan faktor risiko serangan jantung dan stroke karena dapat merusak arteri seiring waktu, sehingga membatasi alirasn darah ke jantung dan otak.

Kopi Tetap Memiliki Manfaat Positif

Bagi sebagian orang, kopi menjadi minuman andalan untuk memulai hari. Fungsinya sebagai pemacu semangat, membuat seseorang merasa lebih segar dan intinya tak mudah ngantuk di pagi hari.

Zat kafein pada kopi dianggap sebagai hal yang bertangung jawab atas hal ini. Kopi sendiri adalah minuman seduhan yang berasal dari biji kopi yang yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk.

Kini, kopi merupakan salah satu komoditas dunia yang dibudidayakan di lebih dari 50 negara. Ada dua varietas biji kopi yang sudah dikenal oleh masyarakat secara umum, yaitu robusta dan arabika.

Menurut The Food and Drug Administration, 400 miligram merupakan jumlah kafein yang aman dikonsumsi orang dewasa dalam satu hari. Bagi wanita hamil, jumlah maksimal 200 mg. Sementara, Mayo Clinic menyarankan anak-anak usia remaja untuk tidak mengonsumsi lebih dari 100 mg per hari.

Apabila lebih dari kadar tersebut, maka seseorang akan mengalami kecanduan dan mengakibatkan efek negatif bagi tubuh. Terlepas dari menghilangkan rasa kantuk, ada beberapa efek lain yang dapat Anda rasakan apabila meminum kopi.

 

 

Penulis : Muchdi
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana