Walau Galaxy Note 7 Bermasalah, Menkominfo Tetap Tiadakan Uji Lab

Rusmanto
Rusmanto

Walau Galaxy Note 7 Bermasalah, Menkominfo Tetap Tiadakan Uji Lab Samsung Galaxy Note 7 Recall

WinNetNews.com - Kasus recall Samsung Galaxy Note 7 ternyata tak mengganggu rencana Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk meniadakan proses uji lab dalam sertifikasi ponsel terbaru mulai 2017 nanti.

Seperti diketahui, Galaxy Note 7 ditarik peredarannya (recall) secara global oleh Samsung menyusul terjadinya kasus meledak saat digunakan atau dilakukan pengisian (recharge) baterai. Hal ini dipandang mengancam keamanan dan keselamatan pengguna.

"Bukankah yang menemukan masalah baterai Note 7 adalah konsumen setelah barangnya tersedia di pasar?" kata menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut terkait kekhawatiran jika tak ada lagi proses uji lab dalam hal sertifikasi ponsel di Kominfo.

Menkominfo sendiri sejauh ini masih tetap pada pendiriannya untuk melakukan penyederhanaan proses penerbitan sertifikasi perangkat telekomunikasi. Aturan ini akan berdampak terutama pada sertifikasi telepon seluler merek global.

Rencana ini menyusul lamanya waktu yang dibutuhkan produsen perangkat global dalam mendapatkan sertifikasi produk. Dengan kata lain, produsen global yang sudah mengantongi sertifikasi dari lembaga asing akan otomatis mendapatkan izin untuk memasarkan produknya di Indonesia.

Proses penyederhanaan akan memangkas waktu sertifikasi yang sebelumnya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat ponsel dan Informatika (SDPPI) memakan waktu satu bulan sebelum ponsel bisa dipasarkan.

Pabrikan perangkat yang sudah established, misalnya seperti Samsung dan Apple, disebut Rudiantara sudah memiliki hasil uji yang bisa dipercaya oleh lab sendiri maupun lab perusahaan dan lembaga sertifikasi.

"Hasil uji yang dilakukan pabrikan sudah bisa menjadi dasar pengajuan sertifikasi. Hal ini bisa menekan waktu antrian dan proses pengujian hingga penerbitan laporan sertifikasi," katanya.