Walau Kalah di KPU, Mahfud MD Ungkap Syarat Prabowo Bisa Menang

Aldina Putri Nst
Aldina Putri Nst

Walau Kalah di KPU, Mahfud MD Ungkap Syarat Prabowo Bisa Menang
Winnetnews.com - Mahfud MD selaku Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya angkat bicara perihal adanya kemungkinan untuk Prabowo-Sandi menang dalam Pilpres 2019.

Dikutip dari wawancara yang dilakukan iNews dengan Mahfud MD. Awalnya, pembawa acara menanyakan pendapat mahfud terkait implikasi penolakan hasil pemilu dalam konteks Undang Undang Pemilu.

“Kita ketahui bahwa pak Prabowo dan BPN secara keseluruhan menolak hasil pemilu 2019 dan kemudian menarik seluruh saksinya dari rekapitulasi nasional yang sedang berlangsung di kantor KPU. Apa implikasinya dalam konteks UU Pemilu, prof?” tanya pembawa acara.

Menanggapi hal tersebut, ia mengatakan bahwa penolakan yang dilakukan oleh kubu 02 tersebut tidak bisa dianggap sebagai masalah secara hukum.

“Kalau dalam konteks hukum enggak apa-apa, artinya begini, kalau misalnya dia menolak proses rekapitulasi, tidak mau menandatangani padahal sudah sidang dibuka secara sah dan diberi kesempatan untuk mengajukan pendapat lalu dia tidak mau, tetap tidak mau menerima, ya pemilu selesai secara hukum.” jawab Mahfud, Rabu, (15/5/19).

Ia menambahkan, “Dan KPU bisa mengesahkan itu pada tanggal 22 Mei.”

Mahfud juga menegaskan bahwa kubu Prabowo-Sandi diperbolehkan melakukan gugatan ke MK sampai dengan 3 hari setelah pemenang Pilpres diumumkan oleh KPU.

“Tanggal 22 Mei kalau tidak menggugat ke MK sampai dengan tanggal 25, maka pemilihan presiden secara hukum, secara yuridis sudah selesai tidak ada masalah,” ujarnya.

Menurutnya, jika Prabowo-Sandi beserta BPN mau menunjukkan bukti-bukti kecurangan kubu saingan di KPU dan melakukan gugatan ke MK hingga terbukti benar, maka Prabowo-Sandiaga bisa menang di luar ketetapan KPU.