Warga Malaysia Usulkan Agar Mahathir Mohamad Masuk Nominasi Penerima Nobel
istimewa
Internasional

Warga Malaysia Usulkan Agar Mahathir Mohamad Masuk Nominasi Penerima Nobel

Rabu, 30 Mei 2018 | 09:05 | Rusmanto

WinNetNews.com - Petisi yang melobi agar Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dinominasikan menjadi peraih Nobel Perdamaian meraup banyak dukungan. Namun putri sulung Mahathir, Marina, menyebut ayahnya tidak mengharapkan penghargaan untuk setiap upayanya. 

"Sungguh baik bagi mereka untuk melakukan hal itu (petisi) tapi mengenai sosok ayah saya, dia bukan orang yang bekerja keras demi pengakuan atau sebuah penghargaan. Jadi saya tidak tahu harus berkata apa," ucap Marina kepada media Malaysia, The Star, Senin (28/5/2018).

"Saya sungguh tidak punya apapun untuk disampaikan... Ayah saya mengatakan dia tidak pantas mendapat hal semacam itu," imbuh Marina. 

Petisi online yang diajukan melalui situs Change.org yang dimulai oleh seseorang bernama Alexandria Abishegam pada Sabtu (26/5) lalu, seperti dilansir Channel News Asia, telah mendapat lebih dari 51 ribu dukungan per Minggu (27/5) malam waktu setempat. 

Disebutkan dalam petisi itu bahwa 'kemenangan pemilu yang dipimpin Tun Dr Mahathir melengserkan partai Barisan Nasional yang berkuasa selama lebih dari 60 tahun tidak hanya luar biasa dan bersejarah tapi juga membawa fajar baru - Malaysia baru'.

Petisi itu menyebut Mahathir bagaikan 'Nelson Mandela-nya Malaysia'. "Fakta bahwa Dr Mahathir juga secara terbuka mengakui kesalahannya sendiri dan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan masa lalu membuatnya sungguh 'Sosok Pria Besar' dan seorang pemimpin yang bisa dicontoh," demikian bunyi petisi itu. 

Disebutkan bahwa petisi ini dimaksudkan untuk mengakui tekad Mahathir kembali ke politik pada usia 92 tahun dan mengesampingkan pertikaian politiknya dengan mantan rivalnya, Anwar Ibrahim, demi menyelamatkan negara. Petisi itu memuji Mahathir atas transisi kekuasaan secara damai dan penegasan pemerintahan baru Malaysia tidak berniat 'membalas dendam' pada pemerintahan sebelumnya yang dipimpin mantan PM Najib Razak.

Di antara pemimpin dunia yang pernah menerima Nobel Perdamaian adalah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada tahun 2009, atas upayanya memperkuat diplomasi internasional dan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos Calderon pada tahun 2016, karena mengakhiri perang sipil di negaranya yang telah berlangsung selama 50 tahun.

Menurut Yayasan Nobel, seorang kandidat layak menerima Nobel Perdamaian asalkan dicalonkan oleh para nominator yang berkualifikasi. Nominator ini harus tergabung dengan kategori khusus, seperti anggota pemerintahan, anggota Mahkamah Keadilan Internasional di Den Haag, profesor universitas, peraih Nobel Perdamaian sebelumnya atau anggota Komisi Nobel Norwegia. 

Namun sayangnya, batas waktu pencalonan untuk tahun ini telah lewat, yakni pada 1 Februari 2018. Menurut situs Nobel, sudah ada 330 kandidat yang tercatat sepanjang tahun ini. (detikcom)
 

TAGS:
Mahathir Mohamadnobel perdamaianBarack ObamaJuan Manuel Santos Calderon

RELATED STORIES

Loading interface...