Waspada Kejahatan Siber, Ini Tiga Penyebab Utama Bobolnya Data Pribadi
Ilustrasi
Techno

Waspada Kejahatan Siber, Ini Tiga Penyebab Utama Bobolnya Data Pribadi

Rabu, 19 Jun 2019 | 15:00 | Daniel

Winnetnews.com - Asia Pasifik merupakan wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang progresif, terutama Indonesia yang menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi paling menonjol di kawasan tersebut, yang tentu kemudian menjadikannya pusat perhatian setiap mata, termasuk para penjahat siber. 

Ketika negara-negara APAC (Asia Pasifik) terus mendorong agenda dan perkembangan digital, konsumen menghabiskan lebih banyak waktu di internet, terutama melalui smartphone mereka. Indonesia memiliki tingkat penetrasi e-commerce mobile tertinggi di dunia, Thailand memimpin dalam penetrasi mobile banking, sementara aplikasi ride-hailing adalah yang teratas dalam layanan mobile internet di Singapura.

Tingginya aktivitas penggunaan internet di Asia Pasifik mendorong ESET melakukan survei konsumen di seluruh wilayah bertujuan untuk mempelajari tentang perilaku dan kebiasaan online mereka. 2.000 responden dari masing-masing negara, yang terdiri dari Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand disurvei. Tujuannya untuk mengatasi perbedaan dalam kecakapan siber antara negara-negara yang disurvei, menganalisis kebiasaan mereka berdasarkan interaksi online. ESET coba mempelajari kesadaran mereka tentang ancaman keamanan siber dasar, praktik terbaik, dan tindakan mereka secara online.

Hasil dari survei tersebut diketahui bahwa miliaran catatan pribadi dikompromikan ketika organisasi global mengalami pelanggaran data pada tahun 2018. Dan ada tiga penyebab utama pembobolan data tahun lalu, menurut Survei Perilaku Konsumen.

  • Pembobolan data paling besar disebabkan oleh serangan virus yang mencapai 27%
  • Pada posisi kedua ditempat oleh pelanggaran media sosial sebesar 20%
  • Lalu pencurian data personal 19%

IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh berbicara tentang pembobolan data: “Di Indonesia berdasarkan telemetri ESET kita dapat mengetahui bahwa serangan virus masih mendominasi dari serangan siber yang masuk dan ini terjadi dari waktu ke waktu, menunjukkan kita masih lemah dalam hal kesadaran keamanan siber.”

TAGS:
internettips teknoESET

RELATED STORIES

Loading interface...