Waspadai...Stres Bisa Mengubah Bentuk dan Fungsi Otak
ilustrasi
Kesehatan

Waspadai...Stres Bisa Mengubah Bentuk dan Fungsi Otak

Minggu, 7 Jun 2020 | 18:20 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Saat mengalami stres, tidak jarang seseorang jadi sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Namun, stres yang dibiarkan berlarut-larut bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk pada otak. Sebuah studi terbaru bahkan menemukan bahwa stres dapat mengubah bentuk otak dan mengganggu fungsinya.

Kaitan antara stres dan bentuk otak

image0

Stres memicu reaksi berantai pada otak. Ketika mengalami stres, tubuh memproduksi lebih banyak kortisol. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme, gula darah, tekanan darah, dan berbagai fungsi lainnya yang berkaitan dengan respons terhadap stres.

Kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi berdampak buruk bagi otak. Hormon ini dapat mengganggu pengiriman sinyal antarsel, membunuh sel otak, serta menyusutkan area otak yang disebut korteks prefrontal. Ini adalah area yang berperan dalam ingatan dan proses belajar.

Stres berkepanjangan juga bisa memperbesar ukuran amigdala, yakni bagian otak yang mengatur respons terhadap emosi serta mengendalikan perilaku agresif. Pembesaran amigdala membuat otak lebih mudah terpengaruh oleh stres.

Sejalan dengan temuan tersebut, sekelompok peneliti dari Louisiana State University, AS, menemukan bahwa stres dapat mengubah bentuk sel tertentu pada otak. Penelitian ini dilakukan terhadap model hewan dan kini diterbitkan dalam Journal of Neuroscience.

TAGS:
stresfungsi otak

RELATED STORIES

Loading interface...