Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 29-April-2016 )
Ekonomi

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 29-April-2016 )

Jumat, 29 Apr 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 28 April ditutup menguat 0,06% pada level 4848. Sektor pertambangan mengalami kenaikan terbesar. Pelemahan sektor infrastruktur membatasi penguatan IHSG. Investor asing melakukan net sell senilai Rp501,7 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat kekhawatiran akan langkah kebijakan moneter Bank of Japan serta berlanjutnya pelemahan saham Apple. Bank of Japan dalam pertemuan kemarin memutuskan untuk mempertahankan suku bunga ditengah pasar global yang melambat dan kenaikan yen. Hal ini mengejutkan pasar karena sebelumnya laporan media menyebutkan Bank of Japan berencana untuk kembali menurunkan suku bunganya lebih dalam di teritori negatif. Sebelumnya pasar mengharapkan BoJ akan melakukan penurunan suku bunga lagi untuk mengatasi kenaikan yen dan lemahnya permintaan dan konsumsi global. Namun BoJ masih membuka peluang akan adanya stimulus lanjutan kedepannya, menekankan bahwa tidak ada batasan bagi kebijakan moneter. Data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I tumbuh 0,5%, melambat dari estimasi sebelumnya 1,4%. Sedangkan data intial claims pekan lalu mengalami kenaikan 257 ribu dari 248 ribu. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4808 - 4908

News & Analysis

JPFA Membukukan Laba Bersih Rp277 Miliar

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengalami kenaikan penjualan bersih sebesar 8,43% menjadi Rp6,43 triliun per Maret 2016 dibandingkan penjualan bersih periode triwulan pertama tahun sebelumnya yang Rp5,93 triliun. Beban pokok naik menjadi Rp5,31 triliun dari Rp5,25 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp1,11 triliun dari Rp679,41 miliar.usaha naik menjadi Rp721,59 miliar dari Rp568,72 miliar dan laba usaha naik menjadi Rp395,38 miliar dari Rp110,69 miliar. Laba sebelum pajak diraih Rp429,76 miliar usai meraih rugi sebelum pajak tahun sebelumnya Rp206,35 miliar. Laba bersih diraih Rp277,22 miliar dari rugi bersih Rp221,73 miliar.

INCO Mengalami Rugi USD15,42 Juta

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) meraih pendapatan sebesar USD108,71 juta per Maret 2016 turun 48,7% YoY dari pendapatan periode triwulan tahun sebelumnya USD211,88 juta. Beban pokok turun menjadi USD122,83 juta dibandingkan beban pokok periode triwulan tahun sebelumnya yang sebesar USD165,42 juta. Rugi bruto diderita USD14,11 juta dari laba bruto triwulan pertama tahun sebelumnya USD46,46 juta. Rugi usaha diderita USD17,38 juta dari laba usaha triwulan tahun sebelumnya yang sebesar USD36,83 juta. Rugi sebelum pajak diderita USD19,71 juta dari laba sebelum pajak periode triwulan tahun sebelumnya yang sebesar USD33,58 juta. Rugi bersih diderita USD15,42 juta dari laba triwulan tahun sebelumnya USD25,05 juta.

WIKA Berencana Rights Issue Rp2 Triliun

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan melakukan beberapa aksi korporasi di pasar modal untuk mencari pendanaan. Karena kebutuhan dana untuk mengikuti tender dari proyek-proyek yang sedang diincar menjadi faktor utama perusahaan melakukan aksi korporasi tersebut. WIKA berencana menerbitkan saham baru (rights issue) mencapai Rp 2 triliun pada tahun ini. Rights issue tersebut tetap akan dilaksanakan meskipun perseroan memperoleh dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN).rights issue tersebut, nantinya sebagian atau 9%-10% saham yang dimiliki oleh pemerintah yang akan dilepas ke pasar. Saat ini, pemerintah menguasai sebesar 65% saham di WIKA.adanya right issue, maka saham pemerintah akan berkurang menjadi sebesar 55%.

BDMN Akan Bagi Dividen Rp74,9/saham

RUPST PT Bank Danamon Tbk (BDMN) menyetujui pembayaran dividen tahun buku 2015 sebesar 30% dari laba bersih perseroan setelah pajak atau kurang lebih Rp 717.991.500.000 yang merupakan sebesar Rp74,90 per lembar saham untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai. Sedangkan 1 persen dari laba bersih akan dialokasikan sebagai cadangan wajib Perseroan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas pasal 70. Sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan.

Laba Bersih PWON Tumbuh 65,3%

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) meraih pendapatan bersih Rp1,24 triliun per triwulan I 2016 naik 6,9% YoY dari pendapatan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,16 triliun. Beban pokok naik menjadi Rp496,51 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya yang sebesar Rp480,86 miliar dan laba bruto naik menjadi Rp749,17 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp686,70 miliar. Laba sebelum pajak tercatat Rp608,55 miliar naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp357,13 miliar. Sedangkan laba bersih diraih Rp543,22 miliar naik 65,3% dari laba bersih periode triwulan tahun sebelumnya yang sebesar Rp328,62 miliar.

Laba Bersih JSMR Tumbuh 16,67%

Keuntungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sepanjang kuartal I/2016 tumbuh 16,67%. JSMR membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp408,52 miliar atau naik 16,67% dibandingkan dengan kuartal I/2015 senilai Rp350,13 miliar. Pertumbuhan laba tersebut seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang diperolehkan perseroan. Pendapatan sepanjang kuartal I/2016 tercatat Rp2,90 triliun atau tumbuh 47,20% dari Rp1,97 triliun

Stock Pick

BMRI

Support pada level 9600 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada 9825.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 9925

BBRI

Terlihat kuat pada support di level 10200, kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level 10375.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10500

WIKA

Terlihat kuat pada support di level 2660, kemarin saham WIKA ditutup menguat pada level 2700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2730

CPIN

Terlihat kuat pada support di level 3710, kemarin saham CPIN ditutup menguat pada level 3745.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3785

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2310, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2375

BBTN

Support pada level 1735 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBTN ditutup menguat pada 1765.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1785

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:
IHSGsahampasarbursaindeksmodalrisetanalisa

RELATED STORIES

Loading interface...