Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis,19-Mei-2016 )
Ekonomi

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis,19-Mei-2016 )

Kamis, 19 Mei 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 18 Mei 2016 ditutup menguat 0,11% pada level 4734. Sektor properti mengalami kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp267,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup stagnan setelah bergerak fluktuatif. Minutes dari pertemuan The Fed April lalu mengindikasikan akan adanya kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Para pejabat The Fed dalam pertemuan tersebut menyatakan sudah tepat jika suku bunga dinaikkan pada pertemuan Juni apabila data ekonomi pada triwulan II menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat serta membaiknya data inflasi dan tenaga kerja. Berdasarkan minutes tersebut, para pejabat The Fed merasa lebih optimis bahwa inflasi akan mencapai target 2% seiring dengan data ekonomi yang membaik akhir-akhir ini. Kekhawatiran The Fed akan perlambatan ekonomi juga berkurang.dirilisnya minutes tersebut, pasar memprediksi probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juni meningkat menjadi 34% dari sebelumnya 15%. Sedangkan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Juli naik menjadi lebih dari 50%. Dollar AS berlanjut menguat. Harga minyak mentah sedikit terkoreksi karena naiknya cadangan minyak AS. IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4691 - 4781

News & Analysis

SRIL Bagi Dividen Rp3 persaham

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) menargetkan pertumbuhan penjualan hingga 15% pada tahun 2017 mendatang. Sedangkan tahun ini penjualan ditargetkan mencapai 5% hingga 8% dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2017 perusahaan akan menerapkan beberapa strategi untuk mencapai target pertumbuhan yang ditetapkan. Diantaranya, normalisasi kapasitas produksi yang baru, efisiensi produksi dan operasional, inovasi pengembangan produk yang bernilai tambah tinggi. Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia serta memperkuat struktur struktur modal dan likuiditas. Untuk menambah penjualan di tahun depan, saat ini SRIL terus melakukan ekspansi kapasitas produksi dengan mengucurkan anggaran untuk pengeluaran modal sebesar USD 50-60 juta tahun ini. SRIL membagikan dividen sebesar Rp3 per saham.

EKAD Targetkan Laba Bersih Mencapai Rp48 Miliar

PT Ekadharma International Tbk (EKAD) menargetkan laba bersih tahun ini hanya naik tipis yakni Rp48 miliar dibandingkan laba bersih tahun 2015 yang diraih Rp47 miliar. Penjualan bersih ditargetkan tahun ini mencapai Rp541 miliar meningkat dari raihan penjualan tahun 2015 yang Rp531 miliar. Kenaikan beban penjualan tahun ini diperkirakan akan membuat laba usaha turun menjadi Rp67 miliar usai meraih laba usaha tahun sebelumnya Rp77 miliar. Hingga Maret 2016 perusahaan ini meraih penjualan bersih Rp138,6 miliar dengan laba bersih mencapai Rp23,68 miliar.

AISA Jual 78,17% Saham GOLL Pada Rp182/saham

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menjual sebanyak 2.864.990.000 lembar saham PT Golden Plantations Tbk (GOLL) atau mewakili 78,17% dari seluruh total saham GOLL. Transaksi penjualan dilakukan pada 11 Mei 2016 lalu dengan harga Rp182 per saham atau Rp521.428.180.000. Adapun tujuan transaksi ini untuk memperbaiki profil keuangan AISA. Saham itu dijual kepada PT JOM Prawarsa Indonesia. JOM Prawarsa adalah pihak terafiliasi dengan PT Tiga Pilar Sejahtera Food.

Per April, Penjualan Mobil ASII Turun 4,9%

Selama empat bulan pertama tahun 2016 penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) melambat 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun secara bulanan, penjualan ASII terus membaik. Hingga akhir April 2016, ASII baru mencatatkan penjualan mobil sebanyak 174.595 unit. Angka ini turun 4,9% dari periode yang sama tahun lalu, yakni 183.604 unit. Sedangkan secara bulanan, penjualan mobil ASII terus meningkat. Pada Januari 2016, perusahan ini menjual 39.627 unit, Februari 41.454 unit, Maret 46.182 unit dan April 47.332 unit. Penjualan mobil perseroan melambat karena secara nasional pasar otomotif lesu. Ini terlihat dari penjualan mobil secara nasional empat bulan pertama tahun ini yang turun 3,3% yoy.

FREN Beri Jaminan Untuk Pinjaman Anak Usaha

PT Smartfren Telecom (FREN) pada 13 Mei 2016 telah memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk kepentingan anak perusahaan yaitu PT Smart Telecom (Smartel). Jaminan perusahaan ini diberikan sebagai dukungan untuk Smartel dalam melaksanakan perjanjian pinjaman dengan China Development Bank Corporation (CDB) dengan nilai USD200.000.000 untuk periode 4 tahun. Pinjaman itu akan di gunakan oleh Smartel dan anak perusahaan sebagai tambahan modal kerja, yakni pembelian telepon genggam dan peralatan komunikasi nirkabel lainnya.

TOTO Habiskan Dana IPO Rp144,7 Miliar

PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) sudah menghabiskan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp144,7 miliar. Jumlah hasil penggalangan dana IPO perseroan sekitar Rp148,60 miliar. Adapun, setelah dikurangi biaya penawaran umum menjadi Rp144,7 miliar. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku dan pemeliharaan mesin produksi seluruhnya. Laporan menunjukkan dana tersebut sudah digunakan seluruhnya sesuai dengan rencana. Adapun perinciannya sekitar Rp145,79 miliar untuk pembelian bahan baku dan Rp1,87 miliar untuk pemeliharaan mesin produksi

Stock Pick

ASII

Support pada level 6100 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 6250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 6350

BBNI

Support pada level 4270 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBNI ditutup menguat pada 4400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 4450

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 12850, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13200

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3680, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3740.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3780

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2540, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2580.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2610

INDF

Support pada level 6975 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin INDF ditutup menguat pada 7025.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7100

ICBP

Support pada level 16000 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ICBP ditutup menguat pada 16400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 16600

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:
risetanalisa

RELATED STORIES

Loading interface...