Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 11-April-2016 )
Ekonomi

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin, 11-April-2016 )

Senin, 11 Apr 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 8 April 2016 ditutup melemah 0,42% pada level 4846. Sektor keuangan mengalami pelemahan terbesar, yang diduga akibat kekhawatiran akan potensi penurunan NIM. Investor asing net sell Rp47,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat yang terutama dipicu oleh kenaikan pada saham sektor energi akibat kenaikan harga minyak mentah. Penguatan harga minyak mentah ini antara lain didorong oleh penurunan persediaan minyak AS. Pernyataan terakhir Janet Yellen pada Kamis lalu bahwa ekonomi AS solid. Sedangkan Presiden Fed New York setuju dengan cara berhati-hati dan bertahap dalam menaikkan suku bunga The Fed. Setelah mencermati komentar dari pejabat The Fed dan pergerakan harga minyak mentah pada pekan lalu, pada pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada earning season triwulan I 2016. Pada pekan ini, earning season akan dimulai oleh Alcoa dan empat bank besar. Berdasarkan konsensus Reuters, rata-rata laba emiten dalam indeks S&P500 pada Q1/2016 diperkirakan turun 7,6% yoy. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya treasury budget, PPI, retail sales, business inventories, Fed’s Beige Book, CPI, empire manufacturing, industrial production, dan Michigan Sentiment. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4803 - 4920

News & Analysis

DSNG Dapat Pinjaman Rp728 Miliar

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dimana penandatanganan perjanjian dilakukan pada 6 April lalu 2016. Nilai fasilitas pinjaman mencapai Rp728.059.000.000. Pinjaman itu terdiri dari kredit investasi senilai Rp424.759.000.000 dan kredit modal kerja senilai Rp303.300.000.000. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu maksimal 10 tahun dan akan digunakan untuk pemeliharaan kebun dan untuk modal kerja perseroan.

PGAS Lanjutkan Pasokan Gas ke PLTGU Muara Tawar

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melanjutkan pasokan gas bumi ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Gas (PLTGU) Muara Tawar di Bekasi, Jabar milik PT PLN (Persero). Pada awal April 2016, PGAS dan PLN menandatangani kesepakatan penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar. Kesepakatan itu dikarenakan kontrak lama pengaliran gas PGAS ke PLTGU Muara Tawar telah berakhir pada 31 Maret 2016. PGAS telah memasok gas ke PLTGU Muara Tawar sejak 2008. Dengan adanya kesepakatan ini penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar tetap dilakukan PGAS. Realisasi penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar akan menyesuaikan dengan kebutuhan listrik PLN.

MMLP Dapat Dua Penyewa Gudang

PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) dalam rangka mempercepat pembangunan sarana dan prasarana kebutuhan logistik di daerah Jabodetabek menandatangani kerjasama dengan beberapa perusahaan terkemuka di bidangnya. Perusahaan tersebut antara lain PT Linfox Logistics Indonesia dan Ark Logistics & Transportation. Linfox sebagai perusahaan terkemuka di bidang 3PL dalam upaya ekspansi usahanya bermaksud untuk menyewa kepada MMLP suatu fasilitas gudang modern seluas 4,6 hektar berlokasi di kawasan industri MM2100 Bekasi. Sedangkan Ark yang lebih fokus pada penetrasi pasar segmen kurir-supply chain, berniat untuk menyewa kepada MMLP seluas sekitar 2 hektar.

Pefindo Turunkan Prospek Peringkat BVIC Menjadi Negatif

Pefindo menegaskan peringkat idA atas PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), Obligasi III/2012 dan Obligasi IV/2013 milik bank yang masih beredar dan juga peringkat idBBB+ untuk obligasi subordinasi II/2012 dan obligasi subordinasi III/2013 milik bank yang masih beredar. Prospek untuk peringkat korporasi direvisi menjadi negatif dari stabil. Revisi prospek ini disebabkan oleh melemahnya profil kualitas aset bank yang tercermin dari peningkatan kredit bermasalah dan kredit dalam perhatian khusus. Aktivitas kredit yang agresif di tahun-tahun sebelumnya dan kondisi makroekonomi yang tidak menguntungkan telah mempengaruhi kinerja kualitas aset bank.

Pefindo Tegaskan Peringkat idAAA Untuk BBRI

Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Obligasi berkelanjutan BBRI tahap I dan tahap II tahun 2015 yang masih beredar. Prospek untuk peringkat kredit perusahaan adalah stabil. Peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dan terbukti dari pemerintah Indonesia, posisi bisnis yang superior, dan profitabilitas yang sangat kuat. Namun peringkat tersebut dibatasi oleh potensi kenaikan rasio kredit bermasalah.

PTPP Akan Habiskan Dana IPO Untuk Bangun Mal di Bekasi dan Surabaya

PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana menghabiskan dana sisa hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp240 miliar untuk membangun pusat perbelanjaan di Bekasi dan Surabaya.perbelanjaan yang akan dibangun akan terintegrasi dengan bangunan apartemen. Lokasi proyek terletak di proyek superblok yang tengah dikembangkan perseroan. PPRO akan membangun pusat perbelanjaan dengan luas area sewa bersih atau net leasable area mencapai 20.000 m2 di Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi. PPRO juga akan membangun mall seluas 25.000 m2 di Grand Sungkono Lagoon (GSL), Surabaya. Kedua pusat perbelanjaan ini ditargetkan dapat selesai pada paruh pertama 2017

Stock Pick

INDF

Support pada level 7150 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin INDF ditutup menguat pada 7225.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7300

WIKA

Terlihat kuat pada support di level 2610, kemarin saham WIKA ditutup menguat pada level 2650.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2680

KLBF

Terlihat kuat pada support di level 1420, kemarin saham KLBF ditutup menguat pada level 1440.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1460

BSDE

Support pada level 1820 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BSDE ditutup menguat pada 1850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1870

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3415, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3445.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3480

SMRA

Terlihat kuat pada level support pada harga 1565, SMRA pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 1585.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 1605

ISAT

Terlihat kuat pada support di level 6150, kemarin saham ISAT ditutup menguat pada level 6225.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6300

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:
sahampasarhargabursaekonomiindeksmodalanalisa

RELATED STORIES

Loading interface...