Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin,16-Mei-2016 )
Ekonomi

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Senin,16-Mei-2016 )

Senin, 16 Mei 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 13 Mei 2016 ditutup melemah 0,86% pada level 4761. Semua sektor melemah dengan kontribusi pelemahan terbesar pada sektor industri dasar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp341,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah, yang dipicu oleh penurunan saham sektor ritel, bank dan energi. Penurunan saham ritel karena laporan keuangan yang mengecewakan, meskipun data penjualan ritel membaik. Data PPI bulan April naik 0,2%, setelah bulan sebelumnya deflasi 0,1%. Data penjualan ritel naik 1,3%, lebih baik dari estimasi 0,8%. Sedangkan business inventories bulan Maret naik 0,4%, lebih tinggi dari estimasi 0,2%. Indeks Mich Sentiment bulan Mei naik pada level 95,8 dari 89. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya empire manufacturing, NAHB housing market index, CPI, housing starts, building permits, industrial production, FOMC minutes, Philadelphia Fed, leading indicators dan existing home sales. Sementara itu data dari China yang dirilis hari Sabtu yaitu investasi, factory output dan penjualan ritel bulan April yang tumbuh lebih lambat dari perkiraan, menambah keraguan akan kemampuan ekonomi China untuk segera pulih. IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4728 - 4844

News & Analysis

SMGR Akan Bagi Dividen Rp304,91/saham

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) akan mengalokasikan sekitar 40% dari perolehan laba bersih 2015 untuk dividen. Sehingga SMGR akan membayarkan dividen ke pemegang sahamnya sebesar Rp1,81 triliun. Nilai dividen Tahun Buku 2015 yang akan dibagikan ke pemegang saham tersebut setara dengan Rp304,91 per saham. RUPST SMGR juga menyepakati sisa laba bersih sebesar 60% atau sekitar Rp2,71 triliun dialokasikan sebagai cadangan dan laba ditahan. Dana itu untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan kedepannya.

Laba Bersih GOLL Naik Tajam Menjadi Rp15,3 Miliar

PT Golden Plantations Tbk (GOLL) meraih kenaikan tajam laba per Maret 2016 menjadi Rp15,30 miliar dibandingkan laba Rp1,47 miliar periode sama tahun sebelumnya. Penjualan turun menjadi Rp25,23 miliar dari penjualan triwulan tahun lalu yang Rp34,30 miliar. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp23,05 miliar dari Rp27,31 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp2,19 miliar dari Rp6,98 miliar. Sementara penghasilan lain-lain naik tajam menjadi Rp40,55 miliar dari Rp707,39 juta dan laba usaha tercatat Rp33,04 miliar naik tajam dari Rp211,88 juta. Laba sebelum pajak tercatat Rp31,40 miliar naik tajam dibandingkan laba sebelum pajak triwulan tahun lalu yang Rp2,08 miliar.

Anak Usaha GEMS Dapat Pinjaman USD30 Juta

Anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) yakni PT Borneo Indobara (BIB) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Mega Tbk (MEGA). BIB dan MEGA telah menandatangani perjanjian Akta Kredit pada 11 Mei 2016. Fasilitas kredit berupa Demand Loan ini diraih sampai dengan nilai USD30 juta. Jangka waktu Demand Loan untuk waktu setahun dengan bunga 9% per tahun dan ditujukan untuk modal kerja BIB. Selain itu MEGA dan GEMS juga melakukan Addendum penerimaan pinjaman pada tanggal yang sama berupa kredit Demand Load sampai dengan nilai USD10 juta dengan bunga dan jangka waktu 9% dan setahun.

Per April, Kontrak Baru ADHI Rp4,7 Triliun

Pencapaian kontrak baru PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) hingga akhir April 2016 mencapai Rp4,7 triliun. Pencapaian realisasi kontrak baru tersebut tumbuh 43,4% dari realisasi perolehan kontrak baru ADHI sampai dengan April tahun 2015 yakni sebesar Rp3,3 triliun. Diluar pencapaian hingga April 2016 terdapat Rp2,4 triliun tender yang telah penetapan pemenang. Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru hingga April 2016 didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 90,7% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari pekerjaan Gedung sebanyak 40,5%, Jalan dan Jembatan 49,1%, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 10,4%. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Swasta/lainnya sebanyak 26,5%

BUMN tercatat 53,4% sementara APBN/APBD sebesar 20,1%.

GJTL Tingkatkan Kontribusi Ekspor Menjadi 50%

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menargetkan pertumbuhan pendapatan di kisaran 10% hingga 15% seiring dengan kontribusi ekspor yang ditingkatkan menjadi 50% dari total penjualan tahun ini.Ada beberapa indikasi yang membuat GJTL optimistis membukukan pertumbuhan tersebut, yaitu kebijakan pemerintah yang meningkatkan pembangunan sektor infrastruktur, kecenderungan turunnya harga komoditas khususnya karet alam sebagai bahan baku utama, dan perseroan meningkatkan kontribusi ekspor dari sekitar 42% lebih pada tahun lalu menjadi 50% pada tahun ini.

Perusahaan Patungan PPRO dan BKSL Akan Pasarkan Produk Q4/2016

PT Sentul PP Properti, perusahaan patungan yang dibentuk PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana memasarkan proyek apartemen di Sentul pada Kuartal IV/2016. Saat ini Sentul PP Properti tengah mematangkan strategi pemasaran sebelum proyek apartemen diluncurkan. Sentul PP Properti akan menggarap lahan seluas satu hektare di kawasan pusat bisnis Canterra, Sentul City. Dalam tahap awal, Sentul PP Properti akan memasarkan dua menara apartemen. Adapun proyek itu diberi nama Verdura

Stock Pick

INDF

Support pada level 7000 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin INDF ditutup menguat pada 7125.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7225

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2510, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2550.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2580

SMRA

Terlihat kuat pada support di level 1390, kemarin saham SMRA ditutup menguat pada level 1410.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1425

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 12950, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13300

BSDE

Terlihat kuat pada support di level 1690, kemarin saham BSDE ditutup menguat pada level 1720.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1740

AKRA

Support pada level 6000 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin AKRA ditutup menguat pada 6125.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 6200

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:
pasar modalIHSGsahamemitenbursaekonomiindeksrisetanalisa

RELATED STORIES

Loading interface...