Waterfront Securities Indonesia : Technical Update (Selasa, 15-Mar-2016 )
Ekonomi

Waterfront Securities Indonesia : Technical Update (Selasa, 15-Mar-2016 )

Selasa, 15 Mar 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 14 Maret 2016 ditutup menguat 1,32% pada level 4877. Sektor infrastruktur menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp8,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup stagnan akibat mixnya sentimen antara naiknya saham sektor konsumer dan turunnya saham sektor energi. Selain itu investor cenderung bersikap wait and see menjelang pertemuan dua hari The Fed yang dimulai malam nanti. Pasar memprediksi The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya pada pertemuan kali ini. Namun pasar menantikan komentar The Fed mengenai kapan indikasi The Fed akan menaikkan suku bunganya. Pasar memprediksi bahwa The Fed akan menyatakan bahwa meskipun terjadi perlambatan ekonomi global, namun selama data inflasi dan tenaga kerja AS berlanjut mengalami kenaikan, The Fed akan tetap menaikkan suku bunganya pada tahun ini. Harga minyak mentah melemah akibat kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak mentah akhir-akhir ini bukan karena alasan fundamental karena cadangan minyak AS berlanjut mengalami kenaikan dan Iran sepertinya tidak terlalu berminat untuk ikut bergabung dengan negara produsen minyak lainnya dalam rangka membatasi produksi minyak. Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak menguat. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4836 - 4930

News & Analysis

AMFG Anggarkan Capex Hampir Rp1 Triliun

PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) tahun ini menganggarkan belanja modal hampir Rp1 triliun. Capex yang dianggarkan tahun ini lebih besar atau sekitar dua kali lipat dari belanja modal yang diserap tahun lalu yaitu sekitar Rp500 miliar. Belanja modal pada 2016 sejauh ini masih berasal dari kas internal perseroan. Dana yang dianggarkan pada 2016 itu terutama akan digunakan untuk konstruksi pembangunan pabrik kaca lembaran di Cikampek, Jawa Barat,yang belum selesai. Sebelumnya, AMFG sedang membangun pabrik kaca lembaran yang diperkirakan selesai pada kuartal IV/2016. Hingga akhir tahun lalu perseroan menyatakan pembangunan pabrik telah mencapai 60%. Pabrik yang menyerap nilai investasi total sebesar USD100 juta itu rencananya akan memiliki kapasitas produksi hingga 210.000 ton kaca lembaran dalam satu tahun.

AKRA Tingkatkan Modal Anak Usaha

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyampaikan, bahwa anak usahanya yakni PT Andahanesa Abada telah melakukan peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor. Modal dasar Andahanesa Abadi meningkat dari Rp 46 miliar menjadi Rp 200 miliar. Sedangkan, modal ditempatkan dan modal disetor menjadi Rp 54 miliar dari 46 miliar. Peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor Andahanesa Abadi tersebut berjumlah Rp 8 miliar diambil bagian serta disetor penuh seluruhnya oleh Perseroan. Dana yang diperoleh Andahanesa Abadi akan digunakan untuk menunjang kegiatan usahanya.

BBTN Akan Memiliki Anak Usaha Asuransi Jiwa

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan resmi memiliki lini usaha baru dengan membentuk anak usaha di sektor asuransi. Nota Kesepahaman Pendirian Anak Perusahaan Asuransi Jiwa telah ditandatangani oleh kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, BBTN dam PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) pada tanggal 8 Maret 2016. Tujuan transaksi adalah rencana pendirian perusahaan patungan yang bergerak dibidang asuransi jiwa. Dana untuk pendirian perusahaan patungan asuransi jiwa, berasal dari dana yang disisihkan Perseroan untuk pengembangan investasi.

Pefindo Turunkan Peringkat TAXI Menjadi ‘idA-’

Pefindo telah menurunkan peringkat untuk PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) beserta surat utangnya yakni obligasi I/2014 dari sebelumnya 'idA' menjadi menjadi 'idA-'. Penurunan peringkat ini dikarenakan arus kas operasi Perusahaan yang lebih rendah dari proyeksi akibat tingginya tingkat persaingan di industri yang semakin intensif, terutama dari layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Uber, Go-Jek, dan Grab, di tengah tingkat utang yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan melemahnya profitabilitas Perusahaan, terutama rasio proteksi arus kas, dikarenakan tingkat utilisasi armada dari ekspansi Perusahaan yang agresif selama beberapa tahun yang lalu lebih rendah dari yang diproyeksikan.

Per Februari, Penjualan Ekspor MASA Tumbuh 10%

PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) membukukan peningkatan kinerja pada dua bulan pertama di tahun ini. Pertumbuhan kinerja didukung membaiknya tingkat kepercayaan konsumen dalam negeri dan permintaan pasar ekspor. Sepanjang Januari-Februari 2016, penjualan domestik naik 5%-7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan ekspor naik hingga 10%. Dengan pencapaian tersebut, perseroan optimis industri ban dalam negeri akan tumbuh lebih baik dibanding tahun lalu.

AKRA Targetkan Pendapatan Tumbuh 12%-15%

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan pendapatan pada tahun ini akan meningkat 12%-15% menjadi Rp22,13 triliun hingga Rp22,72 triliun, setelah tahun lalu terkoreksi 12,03% karena tekanan harga minyak mentah. Peningkatan pendapatan yang ditargetkan perseroan pada tahun ini lebih banyak dikontribusi dari penjualan BBM, bahan kimia, dan penjualan lahan industri. AKRA berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure) Rp500 miliar-Rp700 miliar

Stock Pick

INDF

Support pada level 7200 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin INDF ditutup menguat pada 7450.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7550

TLKM

Terlihat kuat pada level support pada harga 3420, TLKM pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 3470.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 3510

ASII

Terlihat kuat pada support di level 7100, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 7200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7300

ADHI

Support pada level 2680 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ADHI ditutup menguat pada 2710.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 2740

BBCA

Support pada level 13200 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13525.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 13675

BSDE

Terlihat kuat pada level support pada harga 1740, BSDE pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 1775.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 1795

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 9675, kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 10175.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10300

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:
IHSGsahamhargabursaindeksanggarancapexamfg

RELATED STORIES

Loading interface...