Wisata Alam, Budaya dan Masa di Desa Kete Kesu
Traveling

Wisata Alam, Budaya dan Masa di Desa Kete Kesu

Senin, 9 Mei 2016 | 11:15 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Kalau kamu lagi berkunjung ke Tana Toraja rasanya tidak lengkap kalau kamu belum menginjakkan kaki ke Desa Kete Kesu. Untuk menuju tempat ini kamu hanya melanjutkan perjalanan sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Rantepao atau 14 kilometer dari sebelah utara Kota Makale. Kawasan Kete Kesu tepatnya berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Sebelum kamu memasuki wilayah Kete Kesu, ada baiknya kamu mengetahui apa itu Kete Kesu. Kete Kesu adalah tempat untuk menyaksikan bagaimana potret lengkap kehidupan masyarakat Tana Toraja yang masih menjunjung tinggi adat dan istiadat warisan leluhur mereka. Wisata alam, budaya, dan sejarah adalah beberapa suguhan yang dapat kamu temukan di tempat ini. Kete Kesu juga terkenal dengan seni ukiran bambu, seni pahat, dan kerajinan tradisionalnya. Tidak hanya itu saja, Kete Kesu jug amempunyai daya tarik lain yaitu tongkonan asli dan hanya ada di sini; Tongkonan ini memiliki pintu yang dibuka ke atas.

Mengapa disebut Kete Kesu? Karena Kete Kesu adalah potret kebudayaan megalitik yang paling lengkap di Tana Toraja. Keindahan alamnya dikepung pegunungan, hamparan sawah yang luas terbentang, serta barisan rumah adat yang usianya mencapai lebih dari 300 tahun. Rumah - rumah adat di sini berhadap-hadapan dengan lumbung padi yang berukuran lebih kecil. Tidak hanya alamnya yang ‘Wah’, ada juga makam-makam tua yang menyimpan pesona mistis tersendiri, menilik berbagai kerajinan pahatan yang unik dan rumit tapi indah. Dan jangan lupa, nikmati serangkaian ritual dan upacara adat yang masih dipertahankan di Kete Kesu ini.

Kete Kesu telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya dan merupakan pusat dari berbagai perayaan atau upacara adat Toraja. Beberapa upacara tersebut diantaranya adalah pemakaman secara adat yang dirayakan secara besar-besaran dan meriah (Rambu Solo), upacara memasuki rumah adat baru (Rambu Tuka), serta berbagai ritual atau atraksi yang menyertainya.

Untuk memasuki kawasan cagar budaya Kete Kesu, kamu hanya perlu membayar biaya sebesar Rp5000,- (wisatawan lokal) dan Rp10.000,- (wisatawan asing). Harga yang sangat murah untuk wisata alam, budaya dan masa.

Ditempat ini belum ada restoran atau rumah makan, jadi kamu harus membekali diri dengan makanan dan minuman yang cukup saat mengunjungi Kete Kesu.

Bagi kamu yang mau mengunjungi Kete Kesu, kamu bisa memilih Kecamatan Rantepao terlebih dahulu. Rantepou sudah terkenal sebagai sentra pariwisata Toraja.

Jangan khawatir, perjalanan dari dan ke Rantepao-Kete Kesu dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit menggunakan angkutan umum atau ojek. Jaraknya sendiri sekira 4 kilometer dari Selatan Rantepao. Hotel dan akomodasi di Tana Toraja memang terpusat di Rantepao, Toraja Utara. Sementara akomodasi yang lain dapat ditemui di Kota Makale dan Ge’tengan, Toraja Selatan.

Sumber dari IndonesiaTravel

 

TAGS:
wisata alambudayadan Masadi Desa Kete Kesu

RELATED STORIES

Loading interface...