WN Prancis Jadi Korban Serangan Berdarah di Pantai Gading
Internasional

WN Prancis Jadi Korban Serangan Berdarah di Pantai Gading

Senin, 14 Mar 2016 | 04:15 | Rusmanto
WinNetNews.com - 14 orang sipil dan 2 tentara tewas karena serangan kelompok bersenjata di Pantai Gading Beach Resort Grand Bassam. Kelompok penyerang ini diduga merupakan kelompok jaringan Al-Qaeda di Afrika Utara.

Kelompok pelaku diperkirakan berjumlah 6 orang. Para pelaku tewas karena baku tembak dengan pasukan khusus Pantai Gading.

"Enam penyerang datang ke pantai di Bassam sore ini," kata Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/3/2016).

Dalam serangan berdarah tersebut, dilaporkan salah seorang pria warga negara Prancis tewas. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Prancis. Selain dari Prancis, diketahui ada tiga warga asing kulit putih yang juga menjadi korban tewas karena serangan tersebut.

Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyerangan yang dilakukan Minggu (13/3) sore sebagaimana laporan intelijen pemantau kelompok jihad di AS. Saat melakukan aksinya di Grnd Bassam, kelompok militan ini menembaki semua orang yang dilihatnya.

Serangan ini menandakan Pantai Gading menjadi target kelompok militan ini. Meski tak memiliki latar belakang, Pantai Gading yang identik dengan Prancis dan punya kekuatan ekonomi terbesar di Afrika Barat punya target khusus. Keunggulan Pantai Gading karena menghasilkan kakao utama dunia.

Adapun Presiden Prancis Francois Hollande memberikan dukungan terhadap Pantai Gading. Ia menilai serangan yang dilakukan merupakan aksi pengecut. Prancis berjanji akan memberikan bantuan.

disadur dari situs detik news

TAGS:
Al QaedaPantai GadingAlassane OuattaraPresiden Pantai GadingPresiden PrancisFrancois Hollande

RELATED STORIES

Loading interface...