Wow! Mengumpat Ternyata Baik Bagi Kita

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Wow! Mengumpat Ternyata Baik Bagi Kita Sumber: ABC

Winnetnews.com -  Mengumpat bagi sebagian orang merupakan ucapan yang kasar dan  tidak sopan. Namun apakah kamu tahu jika mengumpat ternyata sangat bermanfaat bagi manusia?

Riset yang dilakukan para ahli bahasa, psikolog, dan ahli kecerdasan, menemukan bahwa dengan mengumpat, manusia akan memiliki pembehandaraan kata yang lebih beragam.

Dilansir dari Sains Kompas, Kamis (29/08/2019), berikut adalah enam penjelasan mengapa mengumpat sangat baik untuk kita.

Mengumpat dapat menjadi penetral

Mengumpat saat bersedih atau marah berarti kamu sedang mengalami sebuah proses kataris atau pelepasan ketegangan emosi. Dengan memaki, kamu bisa memberikan ruang untuk mengekspresikan emosi melalui rangkaian kata-kata.

Menurut psikolog Timothy Jay, umpatan merupakan sebuah cara berkomunikasi ketika seorang manusia tidak bisa menemukan kata-kata untuk menyalurkannya.

Mengumpat membantumu mengurangi rasa sakit

Psikolog Richard Stephens melakukan percobaan kepada beberapa peserta untuk menguji relasi antara mengumpat dengan rasa sakit.

Dia meminta para peserta untuk mencelupkan tangan mereka ke dalam air es. Ketika melakukan hal tersebut, para peserta diminta untuk menerikkan umpatan dan kata-kata biasa.

Hasilnya, peserta yang menggunakan umpatan cenderung lebih bisa menahan suhu dingin pada tangan mereka daripada peserta yang hanya menggunakan kata-kata biasa.

Namun The Journal Pain menyebutkan jika metode ini harus digunakan dengan frekuensi yang tepat, artinya dilakukan dalam kadar yang tidak berlebihan atau malah terlalu sedikit.

Mengumpat membuatmu mengeksplorasi sisi liar yang baru

Prilaku mamalia yang mirip dengan manusia adalah adanya kemampuan mereka untuk menjerit saat terluka atau frustasi. Hal ini disebabkan oleh munculnya “sirkuit amarah”.

Seorang psikolog yang menulis buku berjudul The Stuff of Thought, Steven Pinker, menjelaskan bahwa mengumpat merupakan tanda tubuh memasuki fase “singgungan di sensor kemarahan mamalia”.

Namun bukan berarti dengan mengumpat manusia menjadi setara dengan hewan.

Peneliti asal Amerika Serikat, Emma Byrne, menuliskan dalam bukunya yang berjudul Swearing Is Good For You, bahwa mengumpat adalah tanda manusia mengalami sinyal sosial kompleks yang sarat dengan makna dan emosi.