Yusril Diprediksi Sulit Gaet PDIP dan Gerindra untuk Pilgub DKI
Politik

Yusril Diprediksi Sulit Gaet PDIP dan Gerindra untuk Pilgub DKI

Kamis, 24 Mar 2016 | 08:44 | Rusmanto
WinNetNews.com - Gencar bergerilya untuk Pilgub DKI, Yusril Ihza Mahendra menyebut sudah berkomunikasi dengan ketua umum dan pengurus partai politik. Yusril pun disebut hanya punya peluang jika partai-partai tengah bergabung.

"Pak Yusril akan sulit maju jika lewat PDIP, dan juga sulit dimajukan Partai Gerindra," ungkap pengamat politik Gun Gun Heryanto, Rabu (23/3/2016) malam.

Jika pun Yusril nantinya akan digaet oleh Gerindra, kemungkinan itu untuk kursi Cawagub. Sebab partai pimpinan Prabowo Subianto diprediksi akan mengusung kadernya sendiri, seperti Sandiaga Uno.

"Saya kira kalau Yusril dengan PDIP rasa-rasanya sulit, Gerindra sulit juga, tapi bukan berarti nggak mungkin. Tapi memang sulit," sambung pengamat dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Yusril pun bisa memiliki peluang maju sebagai DKI 1 jika poros partai-partai tengah kemudian berkonsolidasi. Seperti PKS, Demokrat, PAN, Golkar, dan PPP. Untuk Hanura dan NasDem tidak termasuk karena keduanya sudah secara tegas mendukung Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok).

"Pak Yusril ada peluang jika akan ada konsolidasi di partai tengah. Apakah PPP atau PKS, PAN yang jadi motor. Kecuali PAN jadi ke Ahok. Paling besar kalau dia bisa majukan partai-partai Islam yang merupakan partai tengah," jelas Gun Gun.

 

"Hanura dan NasDem kan lebih ke independen ya dukung Pak Ahok, atau bisa mengusung Pak Ahok ketika dia maju dari jalur parpol. Dua partai itu kan sudah 15 kursi. Bisa persuasif ke PKB karena masih cair dan melihat siapa kandidat yang berpotensi," lanjutnya.

Hal tersebut dengan catatan jika Ahok tidak bisa maju secara independen dan tidak diusung oleh PDIP. Hanura dan NasDem disebut Gun Gun diprediksi sulit untuk bergabung dengan poros partai-partai tengah yang tidak mendukung Ahok.

Kalau pun nantinya Yusril mendapat dukungan dari partai-partai tengah, khususnya partai Islam, ada kemungkinan pria yang berprofesi sebagai pengacara itu akan disandingkan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung). Ada kemungkinan PPP, partai Lulung bernaung, ikut bergabung dengan konsolidasi poros partai-partai tengah.

"Bisa saja DKI 2-nya Lulung. Pasti PPP dia nggak mau dong mengajukan paket tapi tidak merepresentatifkan partainya," tutur Gun Gun.

Sebelumnya Yusril mengumbar bahwa dirinya sudah blusukan dari partai ke partai. Ia mengungkap bahwa seluruh partai politik yang mempunyai calon gubernur sudah punya satu kesepakatan bersama. Yakni menyiapkan calon untuk head to head melawan Ahok.

"Mereka akan berkomunikasi antar parpol yang punya wakil gubernur, untuk sedapat mungkin punya satu calon saja yang akan maju menghadapi petahana," tegas Yusril, Rabu (23/3).

disadur dari situs detik-news

TAGS:
AhokppppkbBasuki Tjahaja PurnamaPANCagub DKIHanuranasdemPDIPAbraham Lunggana

RELATED STORIES

Loading interface...